Indonesia dan Korsel Akan Miliki Dewan Kemitraan Bisnis Bersama

Laporan dari Seoul

Indonesia dan Korsel Akan Miliki Dewan Kemitraan Bisnis Bersama

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 01:32 WIB
Indonesia dan Korsel Akan Miliki Dewan Kemitraan Bisnis Bersama
Ketua DPD Irman Gusman bersama Ketua Parlemen Korsel Chung Ui Hwa (Foto: Elza Astari/detikcom)
Seoul - Untuk semakin mempererat hubungan persahabatan, Indonesia dan Korea Selatan akan membetuk dewan kemitraan bersama. Dewan ini gabungan antar parlemen dengan tokoh-tokoh dari lintas sektoral.

Dewan yang diberi nama Korea-Indonesia Partnership Council (KIPC) akan segera dilaunching dalam beberapa bulan ke depan. Salah satu inisiator dewan kemitraan ini adalah Ketua DPD Irman Gusman bersama Ketua Parlemen Korsel Chung Ui Hwa.

"Setelah 2 tahun digagas, ini baru pertama kali kita ketemu. Mungkin 3 bulan lagi launchingnya di Jakarta. Koreanya sudah siap. Nunggu kesiapan Indonesia. Waktu itu kan kita sedang sibuk pilkada," ungkap Irman dalam acara soft launching KIPC di Lotte Hotel World, Olympic-ro, Songpa-Gu, Seoul, Korsel, Senin (7/12/2015).
Suasana pertemuan (Elza/detikcom)
KIPC disebut Irman merupakan sebuah wadah untuk saling bertukar informasi khususnya bagi politisi dan pengusaha. Namun bukan hanya itu saja, dari berbagai sektor pun juga dapat bergabung seperti dari budayawan, akademisi dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua yang ingin supaya kedua negara ini meningkat hubungannya, tapi terutama antara politisi dan pengusaha. Wadah ini diperlukan agar hubungan dengan Korea bisa jangka panjang," kata Irman.

Korsel pun dianggap sebagai negara yang tidak pelit untuk memberikan transfer of technology sehingga dinilai Irman cocok dengan Indonesia. KIPC pun akan semakin mempermudah dalam menarik investor masuk ke Indonesia.

"Mereka melihat Indonesia bisa menjadi jangkarnya. Ini awal yang penting untuk akslerasi. Sebab dalam hal ini enggak bisa cuma diserahkan ke eksekutifnya saja tapi juga semuanya," tutur Irman.

Dalam acara soft launching ini, hadir sejumlah pengusaha besar Korsel. Salah satunya adalah CEO Lottemart Shin Dong Bin, kemudian juga ada perwakilan dari Korean Air dan yang lainnya. Dari pihak eksekutif hadir Ketua Parlemen Chung Ui Hwa, wakil Menperin Korsel dan anggota parlemen Korsel Ahn Hong Joon yang ditunjuk sebagai Ketua Dewan KICP Korea dari sisi parlemen. Sementara dari sisi bisnis yang menjadi ketua adalah Shin Dong Bin.

Sementara itu dari Indonesia ada sejumlah perwakilan yang hadir. Selain dari DPD, juga hadir Wakil Ketua DPR Agus Hermanto yang dipercaya sebagai Ketua Dewan KICP Indonesia dari sisi parlemen, lalu perwakilan dari OJK, BKPM, dan juga perwakilan dari Kemenperin di mana sebelumnya Menperin Saleh Husin direncanakan hadir.

Disebutkan oleh Irman, para member dalam KIPC diwajibkan membayar keanggotaan untuk sekretariat bersama. Sehingga dipastikan dewan kemitraan ini tidak mengambil dana dari APBN.

"Dengan adanya wadah ini, misalnya ada investor bermasalah di salah satu negara nantinya akan dibantu dari sisi regulasi oleh parlemennya. Sehingga nanti akan ada jalan lebih mudah. Tapi kalau urusan bisnis ya akan tetap B to B. Parlemen hanya mempermudah saja karena pada akhirnya semua adalah untuk keuntungan negara dari sisi investasi," jelas Irman.

Senator tersebut pun juga menjamin bahwa dewan kemitraan ini tidak akan dimanfaatkan sebagai ajang lobi-lobi antara pengusaha dengan pemerintah atau pihak legislatif. Menurut Irman, kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatkan ketua DPR Setya Novanto dengan forum kemitraan ini sangatlah berbeda.

"Jadi ini yang lebih semangat kan justru Korea. Mereka yang menyediakan semuanya. Dewan seperti ini enggak tabu. Di Jepang, China, Australia bahkan AS juga begitu. Kumpulan yang siapapun bisa bergabung," tukas Irman.

"Di kita ketuanya Pak Agus, saya cuma patron aja, mendorong karena di daerah-daerah juga butuh banyak investasi. Yang paling penting keterbukaan dan transparansi. Enggak ada masalah. Kalau ada kasus seperti Novanto, jangan digeneralisir. Ini beda," lanjut dia.

Jika Ketua KICP Korea bagian bisnis dipegang oleh CEO Lottemart, maka untuk dewan bisnis Indonesia diinisiasi oleh pengusaha besar Chairul Tanjung (CT). Meski berhalangan hadir, CT sempat menyapa para member KIPC yang berkumpul di Seoul melalui video yang diputar di lokasi acara.

"Saya menanti bagaimana hasil dari forum. Saya menunggu era baru ini, saya excited semoga ini dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan Korea," ujar CT. (ear/hri)


Berita Terkait