Disentil Mega Terkait Asian Games, Ini Tanggapan Puan

Disentil Mega Terkait Asian Games, Ini Tanggapan Puan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 07 Des 2015 19:13 WIB
Disentil Mega Terkait Asian Games, Ini Tanggapan Puan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -
Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani tetap meyakini perhelatan besar Asian Games 2018 tetap berjalan. Acara itu diyakini akan berjalan sukses.

Pernyataan itu disampaikan Puan menanggapi pertanyaan kritik pedas yang dilontarkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, dalam pidato simposium di Gedung Nusantara DPR siang tadi.

"Kalau saya Insya Allah akan tetap dilakukan 2018 dengan gotong royong semua elemen masyarakat tetap dilakukan," ujar Puan usai rapat kordinasi antar menteri, Senin (7/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia tetap menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018. Untuk pertama kalinya nama resmi Asian Games dengan dua kota yaitu 18 Tahun Asian Games Jakarta Palembang 2018, lokasi perbandingan disebar di 4 provinsi yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Banten.

"Suksesnya acaranya ini akan menjadikan kita bangsa besar yang kemudian dikenal dunia internasional," sambungnya.

Sore tadi Puan menggelar rapat bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Rapat itu membahas kesiapan administrasi kegiatan perencanaan dan kegiatan dalam APBN.

Sebelumnya, Mega mengeluarkan kritik soal Asian Games. Dia mempertanyakan soal persiapan yang minim. Bahkan belum ada pembahasan.

"Saya tanya soal Asian Games. Katanya kita mau jadi tuan rumah, tapi kenapa kesannya seperti ini? Saya tanya ke Puan, dia kan Menko PMK, olahraga kan ada di bawah koordinasinya dia tapi katanya belum dibahas sama Menpora," kata Mega.

Menurut Mega, di era Presiden Sukarno ketika Indonesia menjadi tuan rumah sebuah perhelatan semacam Asian Games atau sejenisnya akan menjadi pembicaraan setahun sebelumnya. Olahraga itu penting bagi kehidupan masyarakat dan untuk menumbuhkan gotong royong.

"Jadi siap atau tidak jadi tuan rumah? Kalau tidak siap sudah ada yang antre, loh. Itu katanya Cina berani ambil alih jadi tuan rumah Asian Games. Apa ndak malu?" imbuh dia.

Persoalan Teknis Selesaikan

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga meminta persoalan teknis Asian Games bisa selesai dalam waktu dekat, khususnya tahun 2016.

"Berkaitan masterplan, tentu saja bulan Desember ini kami harapkan selesai terutama dengan hal-hal yang krusial dan harus dilakukan, mulai bulan Januari 2016 sudah dapat diselesaikan antara Kemenpora dan KOI. Jadi segera, agar target timeline apa saja yang pelaksanaan yang harus dilakukaan pada 2016 dengan hal-hal teknis," ujar Puan.015).

Puan menuturkan untuk persoalan di lapangan akan berjalan terus dan selesai bertahap. Seperti perwakilan negara yang hadir hingga penutupan acara.

"Diselesaikan secara bertahap sambil menunggu dinamika di lapangan yang tentu terjadi terus, contoh berapa negara yang akan kita Undang itu siap hadir, kemudian apakah negara-negara itu akan hadir dari awal sampai akhir atau mereka hanya hadir saat pembukaan. Tentu saja harus tetap berjalan dan masuk dalam masterplan secara berkala, namun secara krusial draft penuhnya selesai pada Desember harus selesai," paparnya.

Puan menuturkan persoalan payung hukum yakni Intruksi Presiden (Inpres) masih alam pembahasaan. "Saya harap Inpres itu bisa keluar sesuai tupoksinya dan tugas serta target setiap tupoksi yang ada, jadi Inpres itu sudah menujukan nama dan penugasan dan kemudian tanggung jawab serta kewajibannya," tuturnya.

Puan juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara terkait Inpres payung hukum. Sehingga baik master plan dan Inpres dapat selesai bersamaan.

"Saya koordinasi dengan Mensesneg kalau bisa draft itu sudah ada bulan Desember ini yang mencakup semua tupoksi kementerian dan lembaga yang terlibat," pungkasnya. (ed/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads