Sebelum mendapat uluran tangan dari AKBP Guntur, Frans menghuni gubuk bekas pabrik pembuatan batu bata. Di tempat itu dia tinggal bersama istri dan lima anaknya.
Gubuk tempat tinggal Frans berukuran 3 x 6 meter. Ketika detikcom melihat langsung kondisi gubuk tersebut Senin (7/12/2015) hanya terdapat sebuah kasur tipis di atas bilah bambu yang disusun seadanya dijadikan alas.
Foto: Syahdan Alamsyah |
"Nggak ada kamar mandi, kalau keluarga mau mandi kita numpang atau ambil air ke tetangga. Masak pakai tungku yang sekaligus dijadikan tempat penyimpanan pakaian," lirih Frans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu tiap hari kerjaan saya hanya berbaring di kasur, mau ke dapur ngesot. Saya bersyukur ada donatur yang datang dan langsung memberikan kursi roda, jadi sedikit banyak bisa beraktivitas. Bisa ngupas buah, bikin gorengan atau hal lain. Semoga ke depannya bisa usaha lagi," lanjut Frans.
Foto: Syahdan Alamsyah |
Sekarang Frans memiliki tempat tinggal baru bantuan donatur dan Kapolres Cianjur. Rumah tipe 36 itu dibangun langsung oleh Direktur Perumnas Cianjur Syaiful Budiman menghabiskan biaya Rp 40 Juta. Menurut Budi, kualitas rumah yang dibuatnya tak kalah dengan perumahan tipe terbagus sekali pun.
"Bantuan dari donatur kita tempelkan maksimal dan nggak asal jadi, bedanya saat membangun rumah pak Andun dulu kita sedikit kesulitan akses jalannya kalau rumah Pak Frans sedikit mudah karena dekat dengan jalan aspal," tutur pria yang akrab dipanggil Budi tersebut.
Selain rumah, sejumlah furniture lain juga disiapkan untuk mengisi rumah tersebut. "Alhamdulillah, semoga menjadi berkah untuk semuanya," tandas Budi yang mengaku masih siap mendampingi Kapolres Cianjur untuk berbuat amal baik tersebut. (mad/mad)












































Foto: Syahdan Alamsyah
Foto: Syahdan Alamsyah