Elanto bersama belasan orang lainnya yang bergabung dalam gerakan masyarakat Warga Berdaya sore ini menemui Direktur Intelijen Keamanan Polda Yogya, Kombes Amran Ampulembang di Polda Yogyakarta, Jalan Ring Road Utara, Sleman, Senin (7/12/2015).
Mereka melakukan audiensi terkait kondisi kampanye pilkada di DIY yang banyak diwarnai konvoi kendaraan bermotor oleh massa parpol. Dalam audiensi terbuka, Elanto menjelaskan banyak kekerasan dalam proses kampanye di DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kekerasan, konvoi kendaraan bermotor juga menjadi perhatian. Suara knalpot massa parpol yang telah dimodifikasi tentu sangat mengganggu kenyamanan warga Yogyakarta.
Elanto dkk menuntut agar polisi tegas mengatasi dan menangkap massa parpol yang tak tertib tersebut. Salah satu warga Yogyakarta lainnya yang juga hadir dalam audiensi sore ini, Tunggul, menyampaikan bahwa tak ada manfaat yang diperoleh warga dari model kampanye seperti ini.
"Konvoi kendaraan bermotor dengan melibatkan massa, tidak ada manfaatnya. Ini mengganggu, saya sangat yakin, tiap ada konvoi pasti ada alkohol dan senjata tajam," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Amran menyatakan kepolisian telah berupaya. Namun memang, kata Amran, kepolisian masih memiliki kelemahan sistem.
Menurutnya, aparat kepolisian memiliki tugas untuk mengamankan pesta demokrasi yang sedang berjalan. Salah satunya adalah mengamankan kampanye. Sedangkan sebagian masyarakat masih memaknai demokrasi dengan hal-hal seperti di atas.
"Memang saat ini sebagian masyarakat memaknai demokrasi seperti itu, hura-hura, knalpot blombongan. Maunya polisi tidak seperti itu, tapi kita sedang menghadapi itu," ujar Amran.
Lalu, kenapa konvoi tak ditilang meski melanggar aturan lalu lintas?
"Sekian ratus itu akan menghambat (pengguna jalan lainnya) yang di jalan. Walau kita tahu di situ ada pelanggaran-pelanggaran," jelasnya. Pernyataan ini kemudian ramai ditanggapi peserta audiensi.
"Ini agak lucu ketika dikatakan menyukseskan demokrasi. Kalau memang harus ditilang, kami rela kok, saya dukung. Toh warga Yogyakarta sudah terbiasa dengan macet yang tidak jelas alasannya. Kalau memang alasannya, kami dukung tilang saja," ujar salah satu peserta audiensi.
Elanto dkk juga menyampaikan petisi 'Hentikan Konvoi dan Aksi Kekerasan Massa Parpol di Yogyakarta' di situs change.org. Petisi yang telah ditandatangani sekitar 2.700 orang ini akan diserahkan kepada pihal Polda DIY. (sip/mok)











































