"Saya Komandan Kompi A. Kemudian saya masih ingat Pak Gito, operasi kita berubah, dari dua tim jadi tiga. Saya masih ingat semua jelas semua perjalanan kita," kata Luhut di markas Grup 3, Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (7/12/2015).
Masih terekam dengan jelas di benak Luhut ketika Indonesia berusaha mendapatkan Kota Dili. Saat itu Kopassus mendapat arahan dari mantan Wakil Kepala Badan Kordinasi Intelijen Jenderal Purn Leornardus Benjamin Moerdani atau biasa dikenal Benny Moerdani. Benny menyerahkan dan mempercayakan operasi seroja kepada Detasemen yang juga diisi oleh Luhut.
Saat membuka sambutan, raut sedih tidak bisa disembunyikan Luhut. Dia ingat betul banyak prajurit seperjuangan yang telah gugur atau meninggal dunia.
"Saya terharu sebab saya pikir, saya bisa begini karena prajurit prajurit kita yang sudah pergi. Jadi itu yang buat saya terharu sejenak. Perjalanan begitu cepat," sambutnya.
Ratusan purnawirawan prajurit Satgas Nanggala V Kopassandha menghadiri acara temu kangen pasukan perebut kota Dili.
Pantauan di lapangan, 150 orang mantan pasukan operasi militer datang mengenakan baju batik dan baret merah. Raut wajah ceria mantan prajurit itu tergambar melihat rekan-rekan satu perjuangan yang hadir. Meski mereka tidak perawakan gagah seperti dahulu, namun semangat mereka masih terasa kuat. Acara ini juga dihadiri oleh Danjen Kopasus Mayjen Herindra. (edo/mok)











































