Pesan Jokowi Pada Sudirman Said: Teruskan Penegakan Etika

Pesan Jokowi Pada Sudirman Said: Teruskan Penegakan Etika

Ray Jordan - detikNews
Senin, 07 Des 2015 13:29 WIB
Pesan Jokowi Pada Sudirman Said: Teruskan Penegakan Etika
Foto: Ray Jordan/Detikcom
Jakarta - Usai menjalani persidangan di MKD DPR dan pemeriksaan di Kejaksaan Agung, pelapor kasus 'Papa Minta Saham' Sudirman Said melapor Presiden Joko Widodo. Lalu, apakah ada pesan khusus dari Presiden untuk Sudirman Said?

Sudirman mengaku, dirinya mendapat beberapa nasihat dari Presiden Jokowi. Apa yang telah dilakukan Sudirman itu dinilai sebagai bentuk pendidikan etika bagi warga negara.

"Beliau mengatakan ini proses pendidikan yang baik bagi seluruh warga negara. Etika itu mesti ditegakkan. Dan beliau sangat apresiasi proses terbuka yang telah dilakukan MKD," ujar Sudirman Said saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015). Sudirman Said bertemu presiden Jokowi sendiri. Pertemuan dengan presiden berlangsung selama 30 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman pun mengaku mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi. Diharapkan apa yang dilakukannya ini bisa memberikan pencerahan pendidikan di bidang etika.

"Beliau (Jokowi) mengatakan teruskan usaha-usaha untuk mendidik msyarakat. Bahwa masalah etika itu penting bagi publik ini, terutama yang mesti ditunjukkan oleh para pemimpin tertinggi di negara ini," jelas Sudirman.

Sudirman juga mengaku mendapat dukungan Presiden Jokowi untuk memberikan keterangan yang jelas ke Kejaksaan Agung yang kini juga menangani kasus 'Papa Minta Saham' itu.

"Saya laporkan, dan beliau mengatakan 'Ya saya mengikuti itu. Dan silakan dijelaskan apapun infoirmasi yang dimiliki oleh Pak menteri'," kata Sudirman.

Sebelumnya, Presiden menyatakan 'ora sudi'. Kalau laporan tadi, apa ada pernyataan lain dari Presiden?

"Tadi kan secara informasi tidak ada yang baru dan beliau juga mengikuti dari berbagai media, lewat masukan dari stafnya. Jadi tidak ada hal-hal yang khusus. Beliau hanya mengatakan ini proses pendidikan yang baik bagi publik dan usaha untuk membuat mana yang patut dan mana yang tidak. Itu usaha yang mesti terus dimasyarakatkan, karena dengan itu kita bisa terus memperbaiki keadaan," jelas Sudirman. (jor/mad)


Berita Terkait