Seperti diketahui Novanto dipanggil MKD sebagai teradu di kasus 'Papa Minta Saham' pukul 09.00 WIB pagi tadi. Namun Novanto meminta sidang ditunda menjadi pukul 13.00 WIB, dengan alasan ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan.
Selama waktu penundaan itu, anggota-anggota MKD bersuara soal sidang Novanto. 7 dari 17 anggota MKD sudah menyatakan dukungan agar sidang digelar terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Junimart Girsang (Wakil Ketua MKD / PDIP)
"Saya minta sidang terbuka untuk umum!" kata Junimart.
2. Supratman (Gerindra)
"Kita minta persetujuan dari yang akan diperiksa. Kita berharap terbuka. Tapi itu kan tergantung permintaan Setya," ujar Supratman.
3. Ahmad Bakri (PAN)
"Jangan sampai ditutupi apalagi permintaan teradu, akan membuat anggapan negatif orang," ucap Bakri.
4. Sukiman (PAN)
"Kalau tidak merasa bersalah, kenapa harus tertutup," ucap Sukiman.
5. Guntur Sasono (Demokrat)
"Kalau benar, kenapa mesti takut," kata Guntur.
6. Darizal Basir (Demokrat)
"Kita minta terbuka lah. Masyarakat ingin terbuka. Biar masyarakat juga tahu, biar tidak ada dusta," ujar Darizal.
7. Akbar Faizal (NasDem)
"Setnov buka-bukaan saja, ini ruang terbaik bagi dia untuk menjelaskan. Pokoknya sidang harus terbuka," kata Akbar.
8. Sarifuddin Sudding (Hanura)
"Ya harus terbuka lah, kan sudah dua saksi yang sudah diperiksa kemarin itu dari pengadu Sudirman Said dan Pak Maroef Sjamsoeddin, sudah terbuka," ujar Sudding.
Anggota MKD yang menyerahkan ke Novanto:
1. Surahman Hidayat (Ketua MKD / PKS)
"Sesuai aturan akan ditanyakan dulu ke teradu. Kumaha (bagaimana)? Mangga (silakan). Misal saya siap terbuka, tok. Atau saya tidak siap, begini-begini (alasannya)," ucap Surahman.
2. Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua MKD / Gerindra)
"Kalau terbuka dan tertutup, itu menurut ketentuan semua sidang tertutup. Tapi nanti dapat ditanyakan terbuka atau tertutup bagi pelapor," ujar Dasco.
Anggota MKD yang minta sidang tertutup:
1. Adies Kadir (Golkar)
"Kalau sidang ya mesti tertutup," kata Adies.
Anggota MKD yang belum menyatakan sikap hari ini:
1. Kahar Muzakir (Golkar)
2. Ridwan Bae (Golkar)
3. Zainut Tauhid (PPP)
4. Acep Adang Ruhiat (PKB)
5. M Prakosa (PDIP)
6. Marsiaman Saragih (PDIP)
(tor/van)











































