"Pelapor dan si perekam (Maroef Sjamsoeddin) sidang terbuka, kalau Pak Setnov sidangnya tertutup maka kelihatan banget majelis sidang akan menutup-nutupi sesuatu dan saya nggak mau itu. Setnov buka-bukaan saja, ini ruang terbaik bagi dia untuk menjelaskan. Pokoknya sidang harus terbuka," kata Akbar Faizal saat dihubungi detikcom, Minggu (6/12/2015).
Akbar juga meminta MKD fokus mengajukan pertanyaan saat sidang Novanto yang dijadwalkan digelar pada pukul 09.00 WIB. Novanto harus dicecar soal rekaman yang jadi barang bukti aduan Menteri ESDM Sudirman Said.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pemeriksaan Sudirman dan Maroef, dugaan pelanggaran etika yang diduga dilakukan Novanto menurut politikus NasDem ini sudah terang benderang.
"Bukti awal sudah sangat kuat, pembuktiannya sudah sangat kuat terjadi pelanggaran etika. Karena saya bingung ketua DPR kok bicara bisnis bawa pebisnis pula. Kalau dia bawa pebisnis, dan dia datang sebagai Ketua DPR itu penyalahgunaan kekuasaan. Kalimat paling keras yakni bermufakat dengan para pengusaha untuk mendapat keuntungan dengan jabatannya," papar Akbar.
(fdn/fdn)











































