"Sistem tata kelola tidak terkontrol, tanggung jawab pemiliknya juga. Ke depan, yang penting regulasi kan sudah tapi bagaimana revitalisasi wajib dijalankan dan sistem (pemilihan) pengemudi mesti selektif," ujar Shafruhan saat berbincang dengan detikcom, Minggu (6/12/2015).
"Tadi pagi itu sama saja (sopir) ngajak penumpang bunuh diri. Hancur hati saya, amburadul memang Metromini manajemennya," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shafruhan ke depannya berjanji akan menindaktegas Metromini ataupun Kopaja yang masih nakal. Bersama Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI, pihaknya berencana mencabut trayek kendaraan yang masih nekat tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
"Saya sih mau tindak tegas. Izin trayek sama Dishub cabut, tadi sudah koordinasi," kata Shafruhan.
Khusus untuk kecelakaan Metromini hari ini, Shafruhan meminta pertanggungjawaban dari pemilik bus atau Metromini untuk memberi santunan kepada keluarga korban yang tewas. Meski sudah mendapat dari Jasa Raharja, namun menurut Shafruhan Metromini juga harus memberi sebagai bentuk tanggungjawab moral.
"Pemilik diminta tanggung jawab secara moral, harus beri santunan kepada korban bukan hanya Jasa Raharja. Ini sebagai bentuk tanggung jawab. Semua harus direvitalisasi dan diremajakan, wajib," pungkasnya. (aws/mad)











































