Kemenhub Terima 6 Aduan Terkait Teror Bom di Pesawat Dalam Setahun

Kemenhub Terima 6 Aduan Terkait Teror Bom di Pesawat Dalam Setahun

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Minggu, 06 Des 2015 16:39 WIB
Kemenhub Terima 6 Aduan Terkait Teror Bom di Pesawat Dalam Setahun
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan selama kurun waktu April sampai Desember 2015 ini menerima setidaknya 6 laporan terkait teror bom. Hal itu disampaikan oleh JA Barata, Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub Minggu (6/12/2015) hari ini.

"Berkaitan dengan tindak pidana penerbangan "Penyampaian informasi palsu dengan mengaku membawa bom", saat ini laporan resmi yg telah diterima PPNS penerbangan Sipil ada 6 (enam) kasus & sdg dalam proses penyidikan o/ PPNS Penerbangan Sipil," kata Barata dalam keterangan resminya.

Keenam laporan tersebut adalah:
1. Batik Air ID 6870 Rute CGK-PLM registrasi PK-LBV pelaku "IRY" (29 April 2015);
2. Lion Air JT353 Rute PDG-CGK registrasi PK-LGL pelaku "NA" (1 Mei 2015);
3. Lion Air JT973 Rute BTH-KNO registrasi PK-LGM pelaku "SMS" (4 MEI 2015);
4. Lion Air JT379 Rute BTH-KNO registrasi PK-LFW pelaku "SR" (7 Mei 2015);
5. Lion Air JT330 Rute CGK-PLM registrasi PK-LGT pelaku "BP" (13 Mei 2015);
6. Calon penumpang pesawat udara Citilink di SCP terminal keberangkatan domestik bandara Kualanamu dengan pelaku " FJZ" (30 September2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo Kamis lalu mengimbau agar penumpang pesawat tak bercanda dengan urusan bom. Misalnya saja saat naik pesawat dan menyebut walau dengan bercanda membawa bom. Ucapan tersebut bisa berkonsekuensi pidana.

"Ya sudah ada itu peraturannya, dan kita imbau dan tempelkan larangan untuk menyampaikan informasi palsu," terang Suprasetyo di Kemenhub, Kamis (3/12/2015) lalu.

Menurut dia, petugas pasti akan menindaklanjuti bila ada yang bercanda soal bom di pesawat. Apapun alasannya.

"Sesuai pasal di UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, sanksi-sanksinya bisa dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun,"Β  kata dia.
(aws/erd)


Berita Terkait