"Kita menerima pasien dari kecelakaan kereta dengan metro mini ada 5 orang, 3 orang cedera kepala berat, 1 cedera kepala ringan, 1 luka ringan (kondisi lebih mending dibandingkan 4 lainnya) dan dalam keadaan datang ke sini sudah tidak tertolong lagi," ujar dokter yang menangani korban, dr Siana Djaja, di IGD RS Sumber Waras, Jl Kyai Tapa, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).
"Keseluruhan ada 5 orang, datangnya 6 orang dan meninggal 1 orang (yang tidak sempat mendapat pertolongan di RS Sumber Waras) jadi langsung dibawa ke RSCM," lanjutnya.
Siana menjelaskan korban yang langsung dibawa ke RSCM tanpa mendapat pertolongan dari RS Sumber Waras adalah Sudikman (21) yang berasal dari Kp Tegal Bulong, RT 1 RW 6, Kota Jaya, Tangerang. Sementara itu, korban meninggal bernama Agus Muhammad Irfan (37), warga Kampung Darawati RT 3 RW 1, Kec Cipatujang, Kab Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RS Sumber Waras. Laporan terakhir, Adi Saputra juga meninggal dunia.
Dengan demikian, total korban yang meninggal ada 2 orang dan yang dirawat di RS Sumber Waras saat ini ada 4 orang. Menurut catatan terakhir kondisi Asmadi (34) dan Sarikah (36) mengalami cedera berat kemungkinan rawat ICU karena kritis. Sementara Mahmudin (23) mengalami cedera berat pergelangan tangan kanan putus.
Adapun alamat korban yang saat ini masih dalam perawatan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat:
1. Asmadi tinggal di Lingk Wage RT 6 RW 2, Purwawinagun, Kuningan, Jabar.
2. Sarikah tinggal di Kampung Taman Bagus RT 9 RW 3, Sodeng Sari, Pabuaran, Serang, Banten.
3. Mahmudin tinggal di Kampung Jengkol RT 2 RW 4, Terihin, Walangtua, Serang.
Dokter mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pihak keluarga. "Belum ada kontak dengan keluarga pasien," tutup Siana.
Metromini tersebut menerobos pintu perlintasan kereta hingga akhirnya terjadi tabrakan. Metromini terseret 100 meter. Korban tewas sejauh ini 16 orang. (aws/mad)











































