Kemenhub dan Kemenkes Kerjasama Kurangi Penularan HIV/AIDS

Kemenhub dan Kemenkes Kerjasama Kurangi Penularan HIV/AIDS

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Minggu, 06 Des 2015 12:28 WIB
Kemenhub dan Kemenkes Kerjasama Kurangi Penularan HIV/AIDS
Foto: ayunda
Jakarta - Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menilai sektor transportasi menjadi sangat rentan terhadap penularan virus HIV/AIDS. Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi untuk sama-sama mencegah penyebaran virus tersebut dengan berperilaku hidup sehat.

"Di dalam arahan Pak Presiden, penanggulangan AIDS tidak hanya fokus pada penyembuhan tapi di sektor transportasi pada pencegahan. Sehingga yang terjangkit HIV/AIDS bisa menurun. Penularan AIDS itu butuh upaya yang luar biasa," ujar Menhub Ignasius Jonan dalam Acara Hari AIDS Sedunia Tahun 2015 di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2015).

Jonan mengatakan, bersalaman dengan orang yang terjangkit virus HIV atau sekadar bersentuhan tidak akan tertular. Proses penularan bisa terjadi melalui aktivitas seks dan pemakaian jarum suntik bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun hingga kini tidak jarang orang masih salah kaprah, sehingga ke depannya mantan Dirut PT KAI ini berencana mensosialisasikan melalui pencegahan penularan virus HIV/AIDS. "Perlu upaya yang sangat besar supaya orang terjangkit AIDS. Oleh karena itu nanti kita buat aksi yang sungguh-sungguh, termasuk (kerjasama dengan) stake holders," lanjutnya.

Dalam kesempatan terpisah di acara yang sama, Menkes Nila Moeloek kerjasama dengan Kemenhub ini bisa menjadi awal yang baik. Sebab tidak jarang penularan virus dari negara tertentu sampai ke negara lainnya melalui moda transportasi tertentu.

Nila pun mencontohkan, penularan virus MERS dari Timur Tengah ke Korea Selatan yang terjadi di rumah sakit hingga memakan banyak korban jiwa. "Saya kira ini yang saya harapkan, Kemenkes ini enggak enak selalu kena dampaknya. Setelah sakit baru ribut ke kita, pas naik kereta atau pesawat foya-foya. Ini yang saya harapkan mbok toilet di umum bisa bersih," terang Nila.

"Ini yang kita lihat virus yang berjalan bersama-sama dengan Kemenhub. Era sekarang memang era virus. Kaitan dengan Kemenhub, preventif juga sangat penting," sambungnya.

Nila menyebut memang saat ini pemerintah menyediakan obat Antiretroviral (ARV) bagi pengidap virus HIV agar tidak berkembang menjadi AIDS. "Kemenkes memang membantu akhirnya obat yang diberikan ke pengidap HIV untuk mencegah agar tidak sampai ke AIDS. Obat Antiretoviral diberikan oleh pemerintah, tapi masyarakat juga harus memiliki tanggungjawab yang sama. Gangguan HIV kita harapkan mau memeriksa, jika angkanya meningkat mudah-mudahan banyak yang bisa kita obati," sebut Nila.

"Saya harap iklan di bus, kapal terbang, kapal laut dan lainnya mari saling mengingatkan berperilaku sehat dan hidup bersih," pungkasnya.

(aws/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads