Dishub DKI: Dirut TransJ Harus Dievaluasi, Masa Urus 12 Koridor Nggak Bisa?

Dishub DKI: Dirut TransJ Harus Dievaluasi, Masa Urus 12 Koridor Nggak Bisa?

Ayunda W Savitri - detikNews
Minggu, 06 Des 2015 08:12 WIB
Dishub DKI: Dirut TransJ Harus Dievaluasi, Masa Urus 12 Koridor Nggak Bisa?
Ilustrasi TransJ (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Kinerja Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih tengah disorot Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) karena permasalahan bus TransJ di Ibu Kota tak kunjung beres. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Andri Yansyah mendorong Ahok untuk mengevaluasi jajaran direksi PT Transportasi Jakarta.
 
"Harus dievaluasi (kinerja direksi PT Transportasi Jakarta). Masa ngurusin 12 koridor saja enggak bisa," ujar Andri saat berbincang disela-sela Acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia dengan detikcom di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2015).
 
PT Transportasi Jakarta didirikan pada Januari 2015 lalu. Andri menyebut seharusnya menjelang 1 tahun berdiri sendiri, PT Transportasi Jakarta bisa bekerja lebih baik lagi ketimbang masih berbentuk Unit Pelayanan (UP) di bawah Dishubtrans DKI.
 
Namun dia cukup menyayangkan kemampuan PT Transportasi Jakarta dalam jumlah pengangkutan penumpang yang masih kurang maksimal. Apalagi gaji direksi PT Transportasi Jakarta mencapai ratusan juta rupiah.
 
"Dari UP ke PT harusnya lebih bagus. Dulu pas di UP (sehari bisa mengangkut) 350 ribu penumpang, skrg 310-320 ribu orang saja berat banget," terangnya.
 
Menurutnya, seharusnya ratusan bus bermasalah dalam pengadaan tahun 2013 bisa dimanfaatkan untuk melayani penumpang. Namun selama ini, kata Andri, masalah administrasi dan regulasi kerap disebut menjadi masalah.
 
"Masalah administrasi dan hukum? Panggil. Yang bermasalah bus pengadaan 2013 sehingga tidak bisa berfungsi. Silakan kaji biar bisa dioperasikan operator, jangan didiamin supaya bisa dipakai busnya dan (dibayar) rupiah per kilometernya murah," sebut Andri.
 
"Memang prosesnya lama tapi harus jalan. Saya paksa di 2015 supaya 2016 bisa jalan. Lama-lama bus itu mangkrak enggak bisa diapa-apain, yang penting rupiah per kilometer," lanjutnya.
 
Andri menyebut bus-bus tersebut sebagian besar diparkir di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat. Dia mengatakan, ratusan bus itu masih dalam kondisi bagus-bagus. Jika dapat dioperasikan, maka bisa menambah pelayanan kepada pengguna bus TransJ di DKI.
 
Andri pun meminta kepada PT Transportasi Jakarta untuk segera menunjuk konsultan independen dengan tujuan bisa mengevaluasi pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal). Selain itu PT Transportasi Jakarta harus menunjuk ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) untuk perawatan bus TransJ.
 
"Saya tidak akan mau mencairkan lagi PSO (Public Service Obligation), saya ingin TransJ gandeng konsultan independen untuk kaji capaian SPM sudah memenuhi atau belum. Saya minta TransJ berkontrak kepada ATPM resmi untuk melakukan perawatan, jangan lagi asal-asalan," kata Andri.
 
"Saya enggak mengatakan asal-asalan selama ini tapi lebih berkualitas yang mana? Enggak mungkin sembarang ngecek. Saya mau nyentuh hati supaya kerja yang benar karena ini menyangkut masalah kenyamanan dan keselamatan penumpang. Kalau enggak bagus kita turut dosa. Jangan main-main lagi lah," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih mengatakan pihaknya akan tetap bekerja lebih baik lagi. "Kami akan selalu mengusahakan yang terbaik bagi seluruh pemegang saham dan stakeholders kami, terutama seluruh masyarakat pengguna Transjakarta dan Pemprov DKI Jakarta," ujar Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Senin (30/11/2015).

Kosasih tidak keberatan menerima masukan-masukan dari para pemegang saham, terutama dari Ahok. Dia menegaskan akan bekerja optimal membenahi moda transportasi TransJ yang juga jadi andalan warga Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi kami jabatan itu amanah yang kami junjung dengan penuh tanggung jawab dan kami laksanakan dengan seprofesional mungkin. Kami menerima semua masukan sebagai acuan bagi kami serta menerima semua teguran stakeholders sebagai cambuk bagi kami untuk bekinerja lebih keras lagi demi transportasi Jakarta yang lebih baik," jawabnya. (aws/yds)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads