Hari ini Tim Advokasi dari pasangan nomor satu, Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri, mendeklarasikan terbentuknya Satgas Putih (SAPU). Satgas beranggotakan 10 ribu orang itu akan mulai bertugas mulai H-3 untuk mengawal dan memantau secara umum pelaksanaan Pilkada di Solo, mulai dari hari tenang hingga proses pemungutan suara di TPS.
"Selain itu Satgas Putih juga akan menjadi pusat pengaduan intimidasi, pemaksaan, praktik politik uang dan praktik-praktik kecurangan dalam Pilkada lainnya. Satgas ini sebagai pusat komando dan informasi pemantauan dan penindakan segala bentuk kecurangan Pilkada," ujar Koordinator SAPU, Alqaf Hudaya, Sabtu (5/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekad serupa juga dilakukan oleh pasangan nomor urut kedua, Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Pasangan tersebut juga telah membentuk Satgas khusus untuk menangkal politik uang dan kecurangan Pilkada. Tim beranggotakan 2 ribu personel terlatih itu juga akan mulai efektif bekerja selama 5 hari yaitu sejak H-3 hingga H+1 pemungutan suara. Mereka akan bekerja non-stop atau 24 jam sehari dengan cara dilakukan penggiliran tugas tiga shift perhari.
"Para satgas dari tim kami hanya ditugasi mencatat setiap kejadian yang ditemukan di lapangan. Jika dinilai ada pelanggaran Pemilu akan kami laporkan ke Panwaslu. Bisa juga dilaporkan kepada polisi jika ada indikasi tindak kriminal. Kepada Satgas juga diinstruksikan untuk mengawasi kemungkinan praktik politik hitam di saat hari tenang," ujar Hadi Rudyatmo.
Pilkada di Solo akan diikuti oleh dua pasangan. Pasangan nomor urut satu adalah Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri yang diusung oleh PKS, PAN, Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Sedangkan pasangan nomo urut dua adalah petahana FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo yang diajukan oleh PDI Perjuangan.
(mbr/jor)











































