Membaca Pernyataan Politik Jokowi-JK yang Absen di Hajatan Novanto

Membaca Pernyataan Politik Jokowi-JK yang Absen di Hajatan Novanto

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 05 Des 2015 16:25 WIB
Membaca Pernyataan Politik Jokowi-JK yang Absen di Hajatan Novanto
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Presiden Jokowi dan Wapres JK absen di resepsi pernikahan putri Ketua DPR Setya Novanto. Ada statement politik dari Jokowi-JK di balik ketidakhadirannya di acara tersebut.

Lazimnya, ketika seorang pejabat tinggi negara, apalagi sekelas Ketua DPR, menggelar hajatan akbar, maka pejabat-pejabat lain akan berduyun-duyun datang. Hal serupa terjadi juga di hajatan yang digelar Novanto, namun pejabat-pejabat yang datang kebanyakan dari kalangan legislatif, minim pejabat eksekutif.

Tercatat hanya 3 menteri yang hadir di acara yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (4/12) kemarin. Mereka adalah Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Jokowi absen, begitu juga dengan Wapres JK. Namun Jokowi mengirim karangan bunga, sedangkan JK absen total.


Pakar psikologi politik Hamdi Muluk menilai ada pernyataan politik dari Jokowi-JK di balik ketidakhadirannya.

"Ada ketidaknyamanan dan bentuk protes Jokowi dan Jusuf Kalla terhadap Novanto. Ada ungkapan marah yang dibaca dari dua pimpinan negara itu karena Novanto mengkhianati kepercayaan publik, karena posisi beliau sebagai Ketua DPR," ujar Hamdi saat berbincang, Sabtu (5/12/2015).

Menurut Hamdi, khususnya JK, sebenarnya sudah menunjukkan dengan gamblang ekspresi kemarahan di ruang publik. Ketidakhadiran di acara resepsi putri Novanto hanya salah satu bentuk kemarahan lainnya.

"Resepsi ini sebenarnya di satu sisi urusan privat bukan politik. Tapi, saya rasa mayarakat bisa paham sikap Jokowi-JK yang tak hadir. Ini bisa jadi bentuk puncak kekecewaan," kata Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia itu.

(hty/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads