Program Bela Negara Harus Dibangun Sejak Dini Dimulai Kurikulum SD

Program Bela Negara Harus Dibangun Sejak Dini Dimulai Kurikulum SD

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 05 Des 2015 14:38 WIB
Program Bela Negara Harus Dibangun Sejak Dini Dimulai Kurikulum SD
Foto: Hardani Triyoga/detikcom
Jakarta - Program bela negara paling efektif dilakukan dengan implementasi pembangunan karakter sejak dini dimulai dari lingkungan sekolah. Tokoh militer yang juga mantan Wakil Kepala Staf TNI AD, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan program ini berbeda dengan latihan militer.

Sebagai negara dengan wilayah demografis yang luas serta penduduk 250 juta, program bela negara dalam jangka panjang dinilainya mampu mendukung berbagai aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

"Bela negara itu dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa. Upaya membangun sikap, semangat ini paling efektif yaitu implementasinya lewat pembangunan karakter yang dimulai sejak usia dini. Dari kurikulum sekolah dasar," tutur Letjen (Purn) Kiki dalam Seminar Bela Negara di Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentingnya pembangunan karakter sejak usia dini ini karena potensi hilangnya semangat patriotisme, nasionalisme, toleransi di kalangan muda. Maka, pembangunan karakter ini penting dipupuk mulai lingkungan sekolah dasar.

Salah satu yang disinggung Kiki mestinya ada penguatan dalam kurilulum mata pelajaran Sejarah dan pelajaran Ilmu Bumi Geografi.

"Ini harus dijadikan pelajaran pokok karena memiliki index nilai tertinggi dalam kurikulum sekolah, terutama untuk tingkat mulai SD, SMP, dan SMA. Kalau dari usia dini tak paham sejarah dan geografi, ya sulit. Misalnya sejarah itu identik dengan pengetahuan masa lalu, perjuangan pahlawan," sebut eks Wakil KSAD itu.

Sementara, mantan Menteri Pertahanan Mahfud MD menyebut program bela negara harus perkuat ideologi setiap warga negara. Bukannya justru ideologi yang salah kaprah. Program bela negara yang efektif harus terkonsep dengan target jangka panjang.

Pembangunan ideologi bela negara mesti dibangun dari sektor pendidikan.

"Harus terkonsep dengan hasil jangka panjang. Karena ini tergantung lagi bagaimana pemahaman ke orang banyak. Bela negara itu bukan latihan tempur. Kalau orang nilai itu ya keliru. Bela negara itu bukan pertempuran. Tak perlu jadi tentara untuk bela negara," tutur Mahfud. (hat/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads