Bromo Siaga, Warga Suku Tengger Tetap Bekerja Tak Terpengaruh

Bromo Siaga, Warga Suku Tengger Tetap Bekerja Tak Terpengaruh

M Rofik, - detikNews
Sabtu, 05 Des 2015 14:26 WIB
Bromo Siaga, Warga Suku Tengger Tetap Bekerja Tak Terpengaruh
Foto: rofik/detikcom
Probolinggo - Aktivitas Gunung Bromo yang kian meningkat, dan masuk status siaga, tak menyorotkan warga Suku Tengger untuk beraktivitas, utamanya warga Desa Ngadisari, yang tak jauh dari lautan pasir Bromo. Mereka menganggap hal itu sudah menjadi kebiasaan yang dirasakan dari tahun ketahun.

"Semua perisiwa itu sudah ada yang menentukan. Gunung Bromo ini sudah setiap tahun mengeluarkan asap dari kawah yang mengandung belerang. Sebagai manusia tidak perlu ribut. Warga Tengger, menganggap ini sudah biasa, tidak ada yang perlu ditakutkan," kata Sutomo, sebagai tokoh utama warga Tengger, yang disebut Dukun Suku Tengger, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/12/2015)

Sutomo, yang tinggal di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura ini menuturkan, dirinya dan warganya sangat dekat dengan kawah Bromo, kalau berjalan kaki hanya sekitar 7 menit. Namun, ia meyakini kalau aktivitas Bromo pada level siaga ini, tidak akan terjadi apa-apa, selama berkeyakinan, hidup dan mati itu sudah ada yang menetukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan bisa lihat kondisi Gunung Bromo saat ini, tidak meletus kan? Tidak menyerang warga Tengger kan? Kalau Cuma mengeluarkan asap itu sudah biasa, siklus tahunan lah kata orang menyebut seperti itu," papar Sutomo, yang juga sebagai petani ini.

Sutomo menyebut, hanya manusia saja yang ribut, Gunung Bromo belum pernah meletus. Kejadian yang menurut orang-orang itu parah beberapa tahun lalu. Tapi itu bagi warga Tengger, biasa saja.

"Mau bagaimana lagi, kami sudah hidup di sini (tengger) bertahun-tahun, apapun yang terjadi harus menerima. Bukannya tidak takut dengan yang namanya musibah, semua pasti takut. Tapi, meski Bromo mau meletus misalnya, ya kami tidak bisa berbuat apa. Kuncinya, jangan ribut, semua ada yang melindungi," tukas Sutomo. (dra/dra)


Berita Terkait