"Semua perisiwa itu sudah ada yang menentukan. Gunung Bromo ini sudah setiap tahun mengeluarkan asap dari kawah yang mengandung belerang. Sebagai manusia tidak perlu ribut. Warga Tengger, menganggap ini sudah biasa, tidak ada yang perlu ditakutkan," kata Sutomo, sebagai tokoh utama warga Tengger, yang disebut Dukun Suku Tengger, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/12/2015)
Sutomo, yang tinggal di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura ini menuturkan, dirinya dan warganya sangat dekat dengan kawah Bromo, kalau berjalan kaki hanya sekitar 7 menit. Namun, ia meyakini kalau aktivitas Bromo pada level siaga ini, tidak akan terjadi apa-apa, selama berkeyakinan, hidup dan mati itu sudah ada yang menetukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutomo menyebut, hanya manusia saja yang ribut, Gunung Bromo belum pernah meletus. Kejadian yang menurut orang-orang itu parah beberapa tahun lalu. Tapi itu bagi warga Tengger, biasa saja.
"Mau bagaimana lagi, kami sudah hidup di sini (tengger) bertahun-tahun, apapun yang terjadi harus menerima. Bukannya tidak takut dengan yang namanya musibah, semua pasti takut. Tapi, meski Bromo mau meletus misalnya, ya kami tidak bisa berbuat apa. Kuncinya, jangan ribut, semua ada yang melindungi," tukas Sutomo. (dra/dra)










































