"Seharusnya novanto mundur kalau dia punya malu. Kalau andaikata ini terjadi di Jepang dan Korea, Novanto ini sudah bunuh diri.
Anaknya juga harusnya malu, karena malu pun anaknya tidak akan berpesta seperti itu," kata Anhar saat ditemui setelah seminar Kemendikbud bertema Pemahaman sejarah demi masa depan di De Revier Hotel Kota, Jl Kali Besar Barat, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (5/12/2015).
Menurut Anhar, banyak pejabat kini menganut pemikiran feodalistis dimana bagi seorang raja, jabatannya itu adalah bagian dari dirinya. Dengan demikian, tidak ada pejabat yang mau mengundurkan diri karena merasa jabatan tersebut adalah bagian dari dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anhar berharap proses penyelidikan yang tengah berlangsung di Kejagung dapat segera selesai. Dia berharap Kejaksaan, dan juga Kepolisian, dapat segera menindak Novanto secara hukum jika terbukti ada pelanggaran hukum.
"Kalau menurut saya MKD itu hanya etik, tapi kan Kejaksaan sudah menyelidiki. Mudah-mudahan Kejaksaan bekerja cepat dan tepat, ini kan gejalanya sudah ada, bukan gejala lagi tapi ini kan sudah fakta," ungkap Anhar. Β
"Polisi dan KPK melakukan hal yang sama melakukan penyelidikan. Saya tidak berasumsi Novanto pasti salah, tapi menurut saya untuk menegakan hukum ini harus segera diusut. Kalau Novanto salah dia harus dipenjara, tapi kalau sebaliknya Sudirman yang salah dia harus dipenjara," tutup Anhar. (tor/tor)











































