Dia meyakini bila dilakukan secara efektif, maka tak perlu ada ideologi adu fisik.
"Tergantung konsepnya, kalau pelaksanan dalam arti bela negara masih lemah. Tapi, membela negara dalam ideologi harus lebih penting lah. Tapi, dalam etika sudah nyata," ujar Mahfud di sela Seminar Bela Negara, Universitas Trilogi, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penguatan ideologi, bukan hanya latihan tempur. Bela negara itu bukan hanya pertempuran, jdi bagaimana menghadapi radikalisme, tanpa harus menjadi tentara, dibangun kesadaran politik, enter preneurshipnya, sensititifitasnya," urai dia.
Selama ini konsep bela negara hanya dilihat sebagai militerisasi rakyat. "Kalau lima tahun berhasil, 100 juta kader bela negara," tutup dia. (hat/dra)










































