"Dia melaporkan dana otsus bersama Pak Yudhi, mereka merasa dana pengalokasian keliru jadi dananya tercampur semua. Sekarang mereka pisahkan, dana itu sekitar Rp 1,7 triliun hampir Rp 2 triliun," ujar Luhut di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (4/12/2015).
Luhut menyarankan agar dana itu fokus untuk kesejahteraan masyarakat di Papua Barat, sehingga akan melahirkan putra dan putri daerah terbaik.
"Kami sarankan agar mereka fokus kepada pendidikan, rumah sakit. Dana yang lain sudah ada programnya. Buat skala prioritas untuk membuat sekolah unggulan supaya mereka bisa melahirkan putra-putri terbaik dari Papua Barat," paparnya.
Dalam segi pendidikan, Papua Barat bisa mengandeng perguruan tinggi negeri di Indonesia. Nantinya dapat menjadi guru untuk masyarakat di daerah sana.
"Kerjasamakan saja dengan ITB, UI atau UGM sehingga mereka tanggung jawab pada guru selama sepuluh tahun pertama," tandasnya.
Dalam RAPBN 2015 Dana Otonomi Khusus direncanakan sebesar Rp 16,5 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk Provinsi Papua dan Papua Barat sebesar Rp 7 triliun, sementara Provinsi Aceh Rp 7 triliun. Ada tambahan Rp 2,5 triliun untuk Papua dan Papua Barat berupa Dana Tambahan Infrastruktur.
(ed/bal)











































