"Kita bersyukur Ketua DPR tidak mau mundur, jadi ada sidang kan. Sidang MKD, kalau orang jowo bilang mahkamah konco dewe (teman sendiri). Wong, mereka yang menjalankan sidang tidak mengerti makna etika, terlalu banyak guyonan yang terjadi dalam sidang," kata Gus Sholah.
Hal itu disampaikan dalam pengajian PP Muhammadiyah yang mengangkat tema 'Etika Publik Elit Negeri' di gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (4/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di negara maju ada budaya mundur, di negara mundur ada budaya maju. Sudah salah ya maju terus, seperti itu kenyataan yang ada di Indonesia," ujarnya sambil tersenyum.
Di ujung pembicaraanya, adik dari Gus Dur ini juga menyayangkan perilaku pimpinan MKD yang memperlakukan pelapor dan saksi seolah terdakwa. Yaitu Sudirman Said sebagai pelapor dan bos PT Freeport Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi.
"Semestinya yang melapor bukan diperlakukan dengan baik, malah diperlakukan seperti terdakwa." ucap Gus Sholah. (bal/miq)











































