Sekaten merupakan tradisi tahunan yang digelar dalam rangka menyambut Maulud Nabi. Perayaan Sekaten tahun ini telah resmi dibuka hari ini, Jumat (4/12/2015) di sisi barat Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, tak jauh dari pusat kota Jalan Malioboro.
![]() |
Tidak seperti Sekaten tahun-tahun sebelumnya yang selalu digelar selama satu bulan penuh, tahun ini Sekaten dilaksanakan selama 21 hari.
"Mulai dari hari ini (4 Desember 2015) sampai 24 Desember," ujar Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (4/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat 843 stand yang sudah hampir semua terisi oleh potensi kebudayaan, seni, dan ekonomi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Dimulainya Sekaten ditandai dengan keluarnya perangkat gamelan Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kanjeng Kyai Guntur Madu dari Keraton Yogyakarta. Dua perangkat gamelan menuju masjid Gede Kauman dan diakhiri dengan kembalinya perangkat gamelan ke Keraton.
Gamelan ini akan dimainkan pada tanggal 11 Maulud malam, dan keesokan harinya Sri Sultan Hamengku Buwono X akan bersedekah kepada rakyatnya dalam bentuk gunungan.
![]() |
Gunungan dari hasil bumi dari Sultan HB X akan diperebutkan masyarakat yang hadir. Prosesi inilah yang disebut Grebeg Muludan.
Sekaten yang sudah berlangsung ratusan tahun memang terus dijaga dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya Yogyakarta. Haryadi mengatakan akarnya begitu kuat sejak ditanamkan Sunan Kalijaga saat berdakwah agama Islam di kota ini.
Hal-hal tersebut di atas yang membuat Sekaten tak lepas dari nilai-nilai religi, budaya, dan ekonomi.
"Sekaten akan terus dilestasikan karena memiliki akar budaya yang kuat," tuturnya. (sip/dra)












































