Ini Lapangan Golf Kemayoran yang Tak Juga Dihibahkan ke Ahok untuk Asian Games

Ini Lapangan Golf Kemayoran yang Tak Juga Dihibahkan ke Ahok untuk Asian Games

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Jumat, 04 Des 2015 16:30 WIB
Ini Lapangan Golf Kemayoran yang Tak Juga Dihibahkan ke Ahok untuk Asian Games
Foto: Wisnu Prasetiyo
Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berang karena proses hibah lahan Kemayoran dari Setneg ke pihaknya untuk Asian Games 2018 terhambat. Salah satu lahan yang masuk daftar hibah adalah lapangan golf. Begini penampakan lahan yang akan disulap menjadi lapangan bola itu.

Pantauan detikcom, Lapangan Golf Bandar Kemayoran di Jl Trembesi, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/12/2015) siang terlihat sepi. Lapangan itu biasanya ramai pada pagi dan sore hari.

"Pagi, sore dan weekend ramai," ujar satpam Golf Bandar Kemayoran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Satpam itu sudah mengetahui lapangan akan dihibahkan pada pemerintah Ahok dari berita yang beredar.

"Kalau urusan dana hibah saya cuma tahu dari berita-berita selentingan. Kalau dari manajemen nggak pernah menginformasikan hal tersebut. Saya mah kerja-kerja saja," kata pria yang mengenakan seragam safari hitam-hitam ini.

Pria itu mengaku sudah 7 tahun bekerja di sana. Dia juga pasrah bila tidak dipekerjakan di sana lagi.

"Kami siap-siap terima pesangon saja karena tidak akan dipakai lagi," ucap dia.

Dia menjelaskan, pengelola Golf Bandar Kemayoran tidak berkantor di lapangan itu, melainkan di Jl Merpati, Jakarta Pusat.

Setneg menghibahkan 11 hektare asetnya di Kemayoran ke Pemprov DKI Jakarta untuk dibangun fasilitas Asian Games 2018. Lahan yang dihibahkan adalah blok D1, D10, C2, C3, satu lapangan golf, termasuk rumah sakit swasta yang di masa mendatang akan diubah menjadi RSUD.

Untuk lapangan golf, akan dibangun sarana olah raga seperti lapangan bola/futsal. Sedangkan lahan di blok D10 akan digunakan untuk wisma tempat tinggal atlet Asian Games. Setelah hajatan olah raga Asia itu berakhir, Wisma Atlet itu akan dijadikan rumah susun sewa (rusunawa) bagi masyarakat kelas bawah.


Namun sayang, hibah itu baru di atas kertas. Proses hibah tidak berlangsung mulus sehingga sekarang masih berada di bawah kekuasaan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran Kementerian Sekretariat Negara. Inilah yang membuat Ahok geram karena menghambat proses pembangunan fasilitas Asian Games.

"Kemayoran enggak mau kasih ke kami, sudah lupakan sajalah. Memang gue pikirin! Asian Games juga memang gue pikirin!" ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/12/2015). Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games pada 18 Agustus 2018 mendatang. (nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads