Direktur Produksi PT DI Arie Wibowo menyebutkan helikopter EC725 Cougar memiliki dua mesin turbomeca Makila 2A1 yang dapat menghemat biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar. "Helikopter ini antipeluru," ucap Arie usai mendampingi Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (4/12/2015).
EC725 Cougar buatan PT DI hasil kerjasama dengan Airbus Helicopter. Helikopter tersebut terbang pertama kali pada 27 November 2000 dengan fleet experince lebih dari 500 ribu jam dengan unit yang telah dikirimkan ke seluruh dunia lebih 200 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"EC725 memiliki visibilitas yang sangat baik untuk melihat ke bawah dan samping. Helikopter ini juga dapat mendarat di landasan berbatu, bahkan bersalju. Sehingga memungkinkan untuk digunakan oleh presiden hingga ke pelosok negeri," ujar Arie.
Selain itu, sambung Arie, EC725 dapat dilengkapi persenjataan lengkap serta memiliki pelampung yang dapat berkembang secara otomatis pada kondisi darurat dengan kecepatan 150 knot.
PT DI sudah memproduksi lima dari enam helikopter EC725 Full Combat SAR Mission pesanan TNI AU. Tentu saja, kata Arie, interior untuk VVIP berbeda dengan tentara.
"Kabin untuk VVIP harus dirombak. Nanti ada sofa dan ditambahi AC (pendingin ruangan). Tentu saja bagian dalam harus nyaman buat presiden. Terpenting juga punya radar dan (alat) komunikasi. Kalau untuk VVIP, kapasitasnya bisa 12 penumpang terdiri empat VVIP dan ditambah delapan stafnya," tutur Arie.
Arie mengaku senang karena Menko Polhukam Luhut Pandjaitan bangga dengan kinerja PT DI. "Artinya kami mampu memproduksi helikopter seperti ini. Pa Luhut bilang helikopter ini (EC725 Cougar) sudah cukup mampu untuk VVIP. Jadi ya perlu dipertimbangkan," kata Arie.
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi PT DI di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (4/12/2015). Luhut tak menampik kedatangannya tersebut berkaitan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang memilih helikopter buatan dalam negeri.
Luhut melihat langsung helikopter EC725 Cougar Full Combat SAR Mission pesanan TNI AU. Bagaimana responsya? "Bagus," ucap Luhut.
Dia menyebut spesifikasi helikopter tersebut cocok untuk para VVIP. "Itu bisa dipakai untuk pesawat kepresidenan," ujar Luhut.
"Nanti rapat sore ini. Saya akan lapor kepada presiden apa yang sudah saya lihat ini," kata Luhut menambahkan. (bbn/rvk)











































