Kasus Novanto Pelanggaran Berat? Ketua DPD: Sudah Tahu Bertanya Pula

Kasus Novanto Pelanggaran Berat? Ketua DPD: Sudah Tahu Bertanya Pula

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 04 Des 2015 13:50 WIB
Kasus Novanto Pelanggaran Berat? Ketua DPD: Sudah Tahu Bertanya Pula
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Sejumlah anggota MKD mempermasalahkan alat bukti rekaman dalam kasus 'Papa Minta Saham'. Ketua DPD Irman Gusman menyebut bahwa kasus ini memiliki potensi pelanggaran berat.

"Ya sebenarnya kan bisa dilihat sangat terbuka. Jadi bahasanya, sudah Gaharu, Cendana Pula, sudah tahu bertanya pula," ungkap Irman di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Irman tak mempersoalkan mengenai adanya pihak-pihak yang bermanuver mempermasalahkan rekaman pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto, Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusa Reza Chalid itu. Namun menurutnya semua tetap harus fokus pada pelanggaran etika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan sudut pandang berbeda, bukan dari sisi masalah benar tidak benar. Ini orangnya sendiri pun sudah ada (Maroef). Ini (MKD) sebuah isntitusi untuk menjaga kehormatan sebuah lembaga," kata Irman.

"Jadi kita fokus pada dugaan adanya pelanggaran etika. Kan itu sebetulnya. Dan kasus ini juga sudah terbuka jadi kita tunggu saja hasilnya," sambungnya.

Irman pun percaya bahwa keadilan pada akhirnya akan terpenuhi. Ia juga percaya Novanto akan berusaha menjaga nama baiknya dengan berjiwa sportif.

"Ini kan menyangkut kehormatan lembaga sebagai perwakilan rakyat. Sebab forum inilah yang paling tepat untuk menjaga kehormatan lembaga perwakilan rakyat dan kehormatan pak Novanto sendiri," tuturnya.

"Dari dugaan-dugaan ini kan, perlu di-counter bagaimana kebenaran dari Maroef ini," lanjut Irman.

Seperti diketahui, dalam sidang MKD banyak anggota yang menanyakan Menteri ESDM Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin dengan hal yang keluar dari pokok permasalahan. Keduanya bahkan dicecar layaknya seorang tersangka.

Tak hanya itu, sejumlah anggota MKD juga mempermasalahkan alat bukti rekaman. Bahkan Wakil Ketua MKD dari Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menuding rekaman itu direkayasa.

"Pada akhirnya masyarakat yang akan menilai," pungkas Irman. (ear/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads