Melihat bahwa dugaan pelanggaran kode etik begitu kuat, Erry menyarankan agar setelah datang ke MKD Novanto mengajukan pengunduran diri dari jabatannya selaku Ketua DPR.Β Pengunduran diri ini akan terlihat lebih terhormat daripada diberi sanksi oleh MKD
"Lebih negarawan kalau (Novanto) datang sidang. Datang dan setelah itu mengundurkan diri. Itu lebih elegan," kata Erry Riyana Hardjapamekas usai diskusi di Restoran Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir mundur paling elegan. Toh dia sudah sampai puncak. Mundur dari jabatan ketua ya lebih bagus karena melanggar etika," sambungnya.
Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto
Dari rekaman yang diputar saat sidang MKD, Erry menilai sudah sangat jelas ada pelanggaran etika yang dilakukan Novanto. Tindakan Novanto yang notabene seorang Ketua DPR bersama pengusaha Reza Chalid yang mengajak bertemu secara khusus Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan kemudian meminta 'jatah' saham jelas sudah salah.
"Sebagai ketua DPR melobi kiri kanan, ya. Itu oke. Tapi ketemu Presdir dan bicara saham, itu salah," tegasnya.
(mnb/erd)











































