Manuver Golkar: Dulu Hambat Sidang, Kini Desak Novanto Segera Diperiksa

Manuver Golkar: Dulu Hambat Sidang, Kini Desak Novanto Segera Diperiksa

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 04 Des 2015 10:20 WIB
Manuver Golkar: Dulu Hambat Sidang, Kini Desak Novanto Segera Diperiksa
Foto: Fuad Hasim
Jakarta - Ada perubahan sikap dari anggota Fraksi Golkar di Mahkamah kehormatan Dewan. Bila awalnya mereka mencari segala cara agar sidang kasus Ketua DPR Setya Novanto ditunda, kini mereka malah meminta koleganya diperiksa lebih awal.

Ada tiga anggota Golkar di MKD yaitu Kahar Muzakir, Adies Kadir, dan Ridwan Bae. Ridwan pernah mengusulkan pembentukan Pansus Freeport di tengah perjalanan sidang MKD serta meminta sidang ditunda sambil menunggu berjalannya pansus. Usul itu hilang di tengah jalan.

Upaya menunda disampaikan juga saat sidang. Ketika pemeriksaan Menteri ESDM Sudirman Said, Ridwan meminta sidang ditunda sepekan karena lelah persiapan Pilkada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rapat-rapat ditunda dulu saja, mau Pilkada. Tunda minggu depan dulu," kata Ridwan dalam sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015).

Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto

Selang sehari, pendapat itu berganti. Usai pemeriksaan saksi Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang selesai tengah malam, anggota Golkar malah minta maraton langsung memeriksa Novanto.

"Ada (usulan), dari teman-teman dari Golkar (untuk periksa hari ini)," kata Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad usai rapat internal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/12/2015).

Alasannya adalah karena Novanto malam ini akan menyelenggarakan resepsi pernikahan putrinya. "Karena padat acara keluarga," ujarnya.


Dasco mengungkapkan bahwa tidak ada fraksi lain yang mengusulkan hal yang sama. Usulan itu pada akhirnya ditolak.

"kita bicara di rapat, kan kalau pemeriksaan, surat harus diberikan," ucap Dasco.

Apa penyebab Novanto jadi ingin buru-buru diperiksa? (imk/tor)


Berita Terkait