"Peristiwa tersebut terjadi pada salah satu even 30/11 yang bukan even utama. Presiden RI sudah menyampaikan pidato komitmen terhadap perubahan iklim beberapa saat sebelumnya di Leaders Meeting untuk menegaskan komitmen Indonesia tentang solusi terhadap masalah perubahan iklim. Dan setelah itu sempat singgah di Pavilion Indonesia di hall lain ketika sesi para tokoh agama dari berbagai negara (termasuk saya sendiri sebagai salah seorang pembicara) sedang berlangsung," kata Din Syamsudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/12/2015).
Din menjelaskan, setelah mengunjungi paviliun Indonesia, Presiden Jokowi lalu menuju ke hall lain. Namun, saat Jokowi tiba para kepala negara sedang melakukan sesi foto-foto. Jokowi pun ikut berbaur bersama para kepala negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada event terakhir tersebut rupanya ada beberapa kepala negara yang mendapat kehormatan berbicara kepada audien dan para kepala negara yang lain tidak harus mengikutinya, apalagi sudah ada agenda lain. Presiden Jokowi rupanya ikut juga pergi juga sehingga tidak jadi berpidato lagi," imbuhnya.
Din mengimbau agar hal ini tidak dibesar-besarkan. Menurutnya, hal seperti yang dialami Presiden Jokowi itu adalah sesuatu yang lumrah mengingat begitu banyaknya agenda yang harus diikuti.
"Pada hemat saya, peristiwa tersbut adalah lumrah dan biasa terjadi pada event yang besar dengan agenda yang banyak. Tentu tidak mungkin setiap kepala negara harus mengikuti seluruhnya, apalagi masing-masing juga terikat acara di berbagai hall/ruangan lain, termasuk yang memanfaatkan kesempatan untuk konpers," tegas Din.
(Hbb/Hbb)











































