"Kami mengajukan beberapa alternatif rute Angkutan Umum Pengumpan terkait tingginya kebutuhan angkutan dari stasiun dan di rute-rute yang tidak memiliki jalur TransJ. Beberapa alternatif yang telah kami kaji adalah pengangkutan penumpang di Stasiun Tebet lewat jalan Kasablanka, pengangkutan penumpang di Stasiun Duren-Kalibata lewat Dewi Sartika, dan pengangkutan penumpang di Stasiun Tanah Abang lewat Karet," ujar dirut PT TransJakarta, Antonio Kosasih dalam keterangannya, Kamis (3/12/2015).
Pembicaraan mengenai jalur tersebut dilakukan dalam rapat bersama pihak PT KCJ, Kamis (3/12) siang. Saat ini jalur tersebut masih belum disepekati dan harus melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Dishubtrans, termasuk Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) dan Suku Dinas setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap pertama Angkutan Umum Pengumpan yang akan dioperasikan, pihak TransJ mengusulkan untuk dimulai dari lokasi pemukiman dan sekitar terminal umum Ragunan masuk ke Koridor 6 dan ke Monas atau Dukuh Atas. Tahap berikutnya adalah melewati jalan Kasablanka dan menjemput para penumpang di Stasiun Tebet.
"Tadi pagi yang secara fix dibicarakan dengan KCJ adalah rute penjemputan penumpang di Stasiun Tebet lewat jalan Kasablanka atau lewat Epicentrum dan jalan Kasablanka. Jika melewati Epicentrum, karena itu melewati kawasan bisnis yang dikelola pihak lain, mungkin kami akan berkoordinasi dengan pengelola area tersebut. Tapi tahap pertama yang pasti akan jalan adalah dari area pemukiman di belakang Terminal Ragunan sampai ke Monas dan sampai ke Dukuh Atas," ujar dia.
"Besok kami akan merapatkan hal ini dengan SKPD terkait agar dapat segera direalisasikan. Ada beberapa hal yang harus dibenahi terutama terkait adanya angkutan umum lainnya yang melewati rute yang sebagian berhimpitan dengan rencana rute ini," sambung Kosasih.
Pihaknya mendapat informasi dari Kopaja bahwa sekitar 300 unit bus sedang yang akan digunakan sebagai Angkutan Umum Pengumpan sudah siap secara fisik, namun pada tahap pertama ini baru sekitar 100 unit yang akan selesai perizinannya. Sisanya diharapkan bisa selesai akhir tahun ini atau awal tahun 2016 karena pengadaannya sudah selesai di bulan November kemarin.
"Kami mengadakan jasa layanan Rp/Km Operator Angkutan Umum Pengumpan di bulan November yang seluruhnya melalui e-katalog Lembga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP). Rencananya pada tanggal 11 Desember ini kami akan launching kesiapan secara fisik 300 bus dan segera akan mengoperasikan bus-bus Angkutan Umum Pengumpan yang sudah mendapatkan izin dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dishubtrans dan Polri," tutupnya. (rii/Hbb)











































