Anggota MKD Golkar Terus Bermanuver Bela Novanto

Sidang MKD Kasus Setya Novanto

Anggota MKD Golkar Terus Bermanuver Bela Novanto

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 19:39 WIB
Anggota MKD Golkar Terus Bermanuver Bela Novanto
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Anggota MKD DPR dari Golkar terus bermanuver di sidang kasus Setya Novanto. Mereka mencari celah untuk mencari pembenaran bahwa Setya Novanto tak pernah meminta saham Freeport.

Anggota MKD DPR dari Golkar Adies Kadir terus mempertanyakan bahwa di dalam rekaman pembicaraan tidak ada pernyataan Novanto meminta saham.

"Apakah Saudara saksi bisa menunjukkan di mana di dalam rekaman tersebut ada pernyataan Saudara Setya Novanto tentang saham sebesar 20% tersebut?" tanya Adies Kadir dalam sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adies mencoba memisahkan pernyataan Reza Chalid dengan pernyataan-pernyataan Setya Novanto. Padahal sejumlah anggota MKD sudah memahami pernyataan keduanya soal saham Freeport saling terkait.

Maroef pun kemmudian memaparkan jabawan dari transkrip rekaman keduanya sebagai berikut:

MR: Pak, kalau gua, gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20%, ambillah 11% kasihlah Pak JK 9%. Harus adil, kalau enggak ribut.

SN: Iya. Jadi kalau pembicaraannya Pak Luhut di San Diego dengan Jim Bob empat tahun lalu. Itu, dari 30 persen itu, dia memang di sini 10 persen. 10 persen dibayar pakai deviden. Jadi dipinjemin tapi dibayar tunai pakai deviden. Caranya gitu, sehingga menggangu konstalasi ini. Begitu dengar adanya istana cawe-cawe, presiden nggak suka, Pak Luhut ganti dikerjain. Kan begitu. Sekarang kita tahu kuncinya. Kuncinya kan begitu begitu lhp hahahaha. Kita kan ingin beliau berhasil. Di sana juga senang kan gitu. Strateginya gitu lho.. Hahahaa

Namun Adies membangun opininya sendiri. "Kalau saya membaca ini Pak Luhut harus membagi, ambil 11 persen, kasihlah Pak JK 9 persen ini kalau benar isi transkrip ini saya belum menemukan pernyataan saudara SN yang meminta saham 20%," katanya. (van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads