Awal Kecurigaan Maroef Sjamsoeddin ke Novanto dan Reza Chalid

Sidang MKD Kasus Setya Novanto

Awal Kecurigaan Maroef Sjamsoeddin ke Novanto dan Reza Chalid

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 14:18 WIB
Awal Kecurigaan Maroef Sjamsoeddin ke Novanto dan Reza Chalid
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menaruh curiga terhadap Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha Reza Chalid yang mengajaknya berbincang soal perpanjangan kontrak Freeport. Dari situlah terungkap manuver keduanya terekam jelas di rekaman yang telah diserahkan ke MKD DPR.

Kecurigaan Maroef bermula setelah pertemuan kedua pada 13 Mei 2015 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta. Pada pertemuan kedua yang diatur oleh Novanto itu, Ketua DPR memperkenalkan Maroef dengan pengusaha minyak Reza Chalid dan mengajak berbincang soal perpanjangan kontrak Freeport.

"Setelah pertemuan kedua itu, insting saya berjalan kenapa kok pembahasan di luar pada bisnis. Antara lain perpanjangan kontrak, kenapa dibahas Ketua DPR RI dan pengusaha. Kenapa tidak mengundang anggota atau Komisi VII. Itu dalam analisa saya, saya pikirnya kenapa pengusaha ini ikut hadir di situ," kata Maroef dalam sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Beberapa lama kemudian Reza Chalid mengirim pesan kepada Maroef. Namun pesan itu diabaikan.

"Waktu berlalu, lalu saya dihubungi oleh Saudara Reza Chalid di SMS mengatakan M Reza, tapi saya tidak menanggapi karena kesibukan saya, saya agak lupa tanggalnya," katanya.

Baca juga: Ini Transkrip Lengkap Rekaman Setya Novanto

Seminggu setelah itu lagi-lagi Reza mengirim pesan. "Saya terima SMS-nya. Ini temannya Pak Ketua, kemudian mengajak bertemu bersama dengan Pak Ketua. Cuma hubungan dengan staf Ketua DPR, saya minta hubungi staf Ketua DPR untuk meyakinkan saja ini benar," kata purnawirawan jenderal bintang dua ini.

Kemudian terjadi pertemuan selanjutnya pada 8 Juni. Yang menentukan tempat waktu pertemuan lagi-lagi staf Ketua DPR RI.

"Kebetulan pada saat itu saya bisa datang dan hampir bersamaan dengan Ketua DPR RI, kemudian staf Saudara Reza, Wieke, mengatakan Reza terlambat datang. Saya menunggu di lobi, kemudian saya bertemu Reza dan Bapak Ketua DPR RI," katanya. (van/nrl)


Berita Terkait