Keluarga: Slamet Effendy Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Keluarga: Slamet Effendy Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 13:01 WIB
Keluarga: Slamet Effendy Meninggal Dunia karena Serangan Jantung
Foto: Gagah Wijoseno/detikcom
Jakarta - Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia usai tugas MPR di Bandung, Jawa Barat. Almarhum diketahui meninggal akibat serangan jantung.

"Bapak kena serangan jantung, memang dulu sudah di ring," ujar menantu Slamet, Anggun, di rumah duka di Citra Grand Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (3/12/2015).

Almarhum meninggal dunia di Hotel Ibis Styles, Jalan Braga Nomor 8, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/12) pukul 23.00 WIB. Hotel itu menjadi tempat menginapnya dalam rangkaian kegiatan MPR dari 1 sampai 3 Desember ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai mengikuti rapat dalam agenda tersebut, Slamet pamit kepada rekan-rekannya untuk beristirahat di kamar. Namun di dalam kamar, dia terkena serangan jantung.

"Bapak habis ngobrol sama teman-temannya, beliau bilang mau istirahat dulu ke supir, lalu masuk kamar dan kunci pintu. Setelah ditunggu cukup lama oleh supirnya, karena tidak turun-turun akhirnya dia inisiatif naik ke atas. Pintunya dikunci, akhirnya turun ke bawah bilang ke resepsionis hotel untuk minta kunci. Pas dibuka almarhum (meninggal) dalam keadaan tidur," paparnya.

Anggun menceritakan, almarhum memiliki riwayat penyakit asma. Bahkan dua hari sebelum berangkat ke Bandung meminta untuk di nebulizer (pengobatan asma).

"Waktu pergi memang kakak yang lihat bapak sempat pegang dada, itu sebelum ke Bandung," tandasnya

Adik kandung Effendy, Nur Inganah, juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, Slamet memang punya riwayat penyakit jantung.

"Sebelumnya tidak sakit. Itu serangan jantung, memang dari awal Mas Slamet sudah punya riwayat penyakit jantung yang kronis," kata Nur Inganah saat berbincang denga wartawan di Pondok Pesantren Al-Azhary di Grumbul Karangcengis, Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (3/12/2015).

Pihak keluarga belum mengetahui apakah jenazah akan dibawa menuju Banyumas dengan menggunakan pesawat atau melalui darat. Pastinya, jenazah Slamet akan dimakamkan di samping Masjid Umikultum, komplek pondok Al-Azhary.

"Rencananya kalau sampainya (jenazah) sore jelang maghrib akan dimakamkan besok pagi, atau jumat pagi. Sesuai wasiatnya Mas Slamet itu mintanya dimakamkan di Kompleks Pondok Al-Azhari di sebelah utara Masjid Umikultum dan sudah dipersiapkan semua termasuk sudah dispakati dengan para santri, masyarakat, dewan guru, dewan pengurus untuk dimakamkan di sebelah utara masjid," ujarnya.

Dia mengungkapkan, di mata keluarga, Slamet merupakan sosok negarawan yang luar biasa gigih. Semangat almarhum sangat tinggi sejak kecil.

"Beliau itu luar biasa sekali. Seorang negarawan, politikus, tapi juga ulama. Karena saya tahu mulai dari Mas Slamet masih dimualimin saya masih kecil sampai dengan mas Slamet kuliah dan seperti sekarang itu seorang yang sangat gigih semangat dan recordnya sangat bagus," ujarnya. (edo/slh)


Berita Terkait