"Banyak kenangan yang saya dapatkan dari almarhum dan yang menonjol dari diri almarhum adalah beliau adalah sangat konsisten menjaga keindonesiaan kita," ucap Lukman kepada wartawan usai menghadiri acara peluncuran Alquran terjemahan dengan bahasa Minang, Banyumasan dan Dayak Kanayatn di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2105).
"Ketika ia bicara tentang Islam ia selalu kaitkan dengan keindonesiaan. Jadi wawasan kebangsaan beliau itu selalu terlihat dalam konteks apa pun," tambah Lukman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jujur merasa kehilangan dan sangat kaget karena kepergian beliau sangat mendadak dan semoga beliau khusnul khotimah," kata Lukman.
Slamet juga merupakan pengurus MUI Pusat. Dia juga mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode, pernah juga menjabat sebagai Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Slamet Effendy Yusuf (Foto: Sultan Fatoni/Ketua PBNU) |
Kiprahnya di bidang politik adalah pernah menjadi Ketua DPP Partai Golkar. Dia juga menjadi anggota MPR pada 1988-1993 kemudian menjadi anggota DPR periode 1992-2009.
Slamet lahir di Purwokerto Jawa Tengah pada 12 Januari 1948. Dia meninggal dunia pada Rabu (2/12) pukul 23.00 WIB. Slamet wafat di usia ke-67. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Kompleks Perumaha Citra Gran, Castle Garden Blok H-5 Nomor 18, Cibubur, Jakarta Timur. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Purwokerto, kampung halamannya. (slh/nrl)












































Slamet Effendy Yusuf (Foto: Sultan Fatoni/Ketua PBNU)