Memahami Alquran dengan 3 Bahasa: Minang, Banyumasan dan Dayak Kanayatn

Memahami Alquran dengan 3 Bahasa: Minang, Banyumasan dan Dayak Kanayatn

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 11:16 WIB
Memahami Alquran dengan 3 Bahasa: Minang, Banyumasan dan Dayak Kanayatn
Foto: Wisnu/detikcom
Jakarta - Belajar untuk memahami Alquran kini lebih mudah bagi masyarakat di daerah, khususnya bagi mereka yang tidak terlalu bisa berbahasa Indonesia. Kementerian Agama meluncurkan Alquran terjemahan dengan 3 bahasa, yakni Minang, Banyumasan dan Dayak Kanayatn.

Acara bertempat di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2105). Hadir di acara tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat serta para tokoh dari berbagai agama.

Penyerahan Alquran berbahasa daerah (Foto: WIsnu/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Lukman mengatakan dengan adanya terjemahan Alquran berbahasa daerah ini diharapkan masyarakat di daerah yang masih menggunakan bahasa daerah dapat memahami isi Alquran sama dengan yang lain, khususnya bagi mereka yang memang tidak menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari.

"Dengan adanya Alquran terjemahan ini, semoga isi Alquran dapat diamalkan oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali," ucap Lukman.

Selain untuk memudahkan masyarakat yang masih menggunakan bahasa lokal, Kemenag juga ingin melestarikan bahasa daerah agar lebih dikenal oleh masyarakat.Β  Menurut Lukman peluncuran 3 bahasa hari ini merupakan tambahan dari 3 bahasa sebelumnya, yakni Bahasa Sasak (Lombok, NTB), Kaili (Sulawesi Tengah), dan Makassar. Β 

Foto: Wisnu/detikcom


"Masyarakat Islam harus benar benar dekat dengan Alquran. Baik ia tinggal di daerah ataupun kota semua harus memahami isi Alquran dengan baik. Ini juga sebagai bentuk pencerdasan yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia," kata Lukman.

Ke depannya Kemenag akan meluncurkan terjemahan Alquran 3 bahasa lainnya, yakni Bolaang, Mongondow (Sulawesi Utara), dan Toraja. Sehingga total terjemahan adalah 9 bahasa daerah.

" 3 Yang berikutnya adalah Bolaang, Mongondow, Toraja akan kita terjemahkan di tahun berikutnya," ujarnya.



(slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads