Sebelum Meninggal, Slamet Effendy Bahas Polemik Sampurasun

Sebelum Meninggal, Slamet Effendy Bahas Polemik Sampurasun

Nur Khafifah - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 09:40 WIB
Sebelum Meninggal, Slamet Effendy Bahas Polemik Sampurasun
Foto: Sultan Fatoni/Ketua PBNU
Jakarta - Waketum PBNU KH Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia malam tadi sekitar pukul 23.00 WIB di Hotel Ibis Styles Bandung. Beberapa jam sebelum meninggal, Slamet sempat mengunggah foto terakhir di akun jejaring sosial Facebook, Kamis (3/12/2015). Ia juga masih memperbincangkan topik-topik terhangat terkait Islam.

Foto tersebut tampaknya diambil di hotel tempat Slamet menginap. Ia berfoto bertiga bersama pengurus PWNU Jawa Barat Deden Kiagus Mubarok dan Ketua Pagar Nusa Jawa Barat KH Ubaidillah. Di atas foto tersebut, Slamet menuliskan tema obrolan mereka yakni tentang Islam di tanah Sunda hingga salam sampurasun yang tengah menjadi polemik antara Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dan Front Pembela Islam (FPI).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"TEMAN LAMA, Di Bandung sempat bertemu dengan teman lama di GP Ansor Deden Kiagus Mubarok yang sekarang aktif di PWNU Jawa Barat bersama Ketua Pagar Nusa Jabar dan seorang aktifis lainnya. Banyak ngobrol tentang Islam di tanah Sunda serta hal aktual yang lagi ramai dibicarakan termasuk salam sampurasun," tulisnya.

KH Slamet Effendy Yusuf ditemukan meninggal di kamarnya oleh KH Amidhan sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu ia tengah mengikuti kegiatan bersama Lembaga Pengkajian MPR. Slamet mengikuti penuh kegiatan tersebut tanpa absen. Ia sempat terlihat beberapa kali mengelus dada, namun saat ditanya kondisi kesehatannya, mantan Ketum PBNU dan Ketum MUI ini mengaku baik-baik saja.

Saat ini jenazah Slamet disemayamkan di rumah duka, Kompleks Perumahan Citra Gran, Castle Garden Blok H-5, Cibubur, Jakarta Timur. Rencananya jenazah pria berusia 67 tahun tersebut akan dibawa ke kampung halamannya di Purwokerto. Slamet akan dimakamkan di dekat pesantren miliknya di Purwokerto.

(khf/dnu)


Berita Terkait