"Jenazah akan dimakamkan di dekat pesantrennya di Purwokerto. Saya lupa nama pesantrennya," kata Ketua PBNU Sulthon Fatoni kepada detikcom, Kamis (3/12/2015).
Jenazah mantan Ketua MUI dan juga mantan Ketua PBNU tersebut akan dibawa ke Purwokerto pukul 12.00 WIB siang nanti. Menurut Sulthan, sebelum meninggal Slamet masih mengikuti kegiatan dengan Lembaga Pengkajian MPR hingga selesai. Ia juga aktif sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (1/12) pagi, pria kelahiran Purwokerto, 12 Januari 1948 itu mengungkapkan kerinduan terhadap sahabat-sahabatnya yang telah meninggal dunia khususnya Mbah Liem (KH Muslim Imampuro), melalui grup WhatsApp PBNU. Ia juga menyertakan foto kebersamaan dengan mereka saat masih hidup.
Berikut petikan pesan singkat yang dikirim Slamet melalui WhatsApp, "Nostalgia adalah jejak Mbah Lim telah wafat. Sekalipun jejak adalah fi'il madli yang mabni.Β Tetapi kerinduan akan sahabat adalah misteri. Hari ini berderet di barisan belakang adalah sahabat yang seolah hilang. Di mana anda sekarang?"
(khf/dnu)










































