Jokowi dan Prabowo Disinggung, Kebijakan Susi dan Gobel Disebut Merugikan

Transkrip Rekaman Setya Novanto

Jokowi dan Prabowo Disinggung, Kebijakan Susi dan Gobel Disebut Merugikan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 02 Des 2015 21:21 WIB
Jokowi dan Prabowo Disinggung, Kebijakan Susi dan Gobel Disebut Merugikan
Foto: Rusman Jhony
Jakarta - Dalam rekaman Setya Novanto dan kasus Freeport juga disebut kalau kebijakan dua menteri Kabinet Kerja yakni Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Mendag Rachmat Gobel sebelum direshuffle membuat banyak pengusaha rugi.

Berikut adalah transkrip pembicaraan antara MS (Maroef Sjamsoeddin), SN (Setya Novanto) dan MR (Muhammad Riza Chalid) yang rekamannya diperdengarkan dalam sidang MKD di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/12/2015) malam:


MR: Si Alid, Alidu mau ngomong sama KEN. Sama KEN kan hopeng. Ngomonglah duluan sama Cicip. Dapat ijin nangkap ikan. Beli kapal 10, join ama China, bikinlah KMA. Ada izin, keluar semua. Kapal sudah datang. Cicip diganti Bu Susi. Sama Bu Susi, kapal asing gak boleh nangkap. Bangkrut dia langsung. Ganti pakai bendera Indonesia kapalnya. Kapal 350 Dwg harus buatan Indonesia. Buatan asing gak boleh beroperasi di sini. Bangkrut langsung. Edan Pak, ini ngaco Pak, gawat ya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SN: Ekspor aja berhenti. Mengenai di tempatnya Susi semua, banyak gulung-gulung tikar semua.

MR: Enggak cuma situ. Tempat lain juga sama

SN: Iya. Itu Presiden gak tahu.

MR: Ada lagi teman, Pak. Dia memang bisnisnya minuman. Dia bikin UIC, Si Aseng, tahu kan Pak. Ini pabrik dia, 150 juta dollar investasinya. Pabrik dibikin udah mau jadi, ada peraturan ama Rachmat Gobel, penyalur-penyalur itu gak boleh jualan bir. Berhenti. Pabrik gak jadi diresmikan. Bayangkan, Pak. Berdarah, Pak. Gila.

MS: 150 juta dollar, gila.  

MR: Banyak kasus, Pak. Belum lagi pengusaha batubara. Tapi Pak, kita muter-muter dia masih presiden, Pak. Suka gak suka harus kita bayar udah, Pak. Ya kan.

MS: Masih panjang

SN: Masih panjang

MR: Yang penting gak papa, yang penting halal

SN: Rakyat itu suka gak suka ama dia dianggap itu bener semua.

MR: Iya. Salah gak salah jalan terus. Yang dianggap salah menteri-menterinya. Dia enggak. Gila dah. Haduuuhh.

MS: Tapi kan Pak Riza masih ada Pak Ketua yang back up.

MR: Ah kalau saya kan Pak, hidupnya biasa saja. Itu kan sudara saya, banyak saudara, Pak.

SN: Karena itu Pak, seperti kata Presiden, rata-rata kita minta itu setuju tapi harus pakai strategi. Ya kita selalu kadang-kadang salah kita

MR: Pak Jokowi sudah baik, sudah baik Pak, cuma sekarang dirombak. Sekarang sudah baik banget. Sekarang dirombak lagi. Jangan bawa ke ranah politik

MS: Membantu politik, membantu urusan politik

MR: Betul, Pak.

SN: Kayak HR.

MR: Saya sama Pak Marciano. Aduh Pak Riza, jangan muncul, jangan muncul kata saya. Biarkan dia bantu Prabowo tapi jangan muncul. Pak, saya gak muncul susah Pak. Gimana muncul ketahuan. Usahakan jangan muncul. Percaya omongan saya. Bener juga omongannya. Gua muncul di Polonia, puk puk puk  langsung muncul di sosmed. Aduuuh saya lagi sama Prabowo dan Hatta. Ya udah mau apa, nasib.

SN: Nasib duit keluar banyak. Duit, Pak. Itu saya lihat kasihan. Ngapain itu, udah. 50 M, 30 M. Begitu kita hitungin udah 500 M. Ngapain. hahahaa

MS: Lewat, Pak.

SN: Lewat, Pak. (slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads