Sempat disebut-sebut juga nama mantan Kapolda Papua yang kini jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian. Tito disebutkan menjadi Kapolda Metro Jaya atas permintaan Presiden Joko Widodo.
Hal tersebut disampaikan Novanto dalam pertemuan dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin (MS) dan pengusaha M Riza Chalid (MR), seperti tertuang dalam rekaman yang diperdengarkan dalam persidangan MKD, di Gedung DPR, Rabu (2/11/2015) di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SN: Termasuk Papua
MR: Termasuk Papua. Noken kita habis.
SN: Habis Pak, hampir setengah triliun.
MR: Kapolda Papua itu kan sahabat saya, sahabat deket.
MS: Tito
MR: Tito. Akhirnya ditarik ke Jakarta supaya nggak menyolok, jadi Asrena. Sekarang Papua sudah jalan, kasih hadiah sama Jokowi. Padahal maunya Jakarta bukan dia. Pak BG maunya bukan Tito. Pak BG maunya Pak Budi. Tapi Budi ditaruh Bandung. Tito Jakarta. Yang minta Jokowi.
SN: Jawa Barat hahaha
MR: Gila Pak. Alot pak orangnya Pak.
SN: Pengalaman itu, maksudnya saya pengalaman itu. Jadi kita harus pakai akal. Kita harus pakai ini. Kuncinya kan ada kuncinya. Kuncinya kan ada di Pak Luhut, ada saya. Nanti lempar-lemparan. Ada dia strateginya. Cek gocek
MR: Darmo ini disayang sama dia karena, Si Darmo kalau presentasi, lulusan Amerika, sudah kuliah PHD pintar. Jokowi happy terus. Ini saya tahu. Darmo ngomong Pak itu didengerin. Gitu Pak
SN: Cuma sudah dibeli gara-gara ketemu bapak, dikunci, sreeeet. Berubah
MR: Dikawanin lah.
MS: Hasil lobi ya
SN: Semuanya, semua istana beliau bisa biaya yang lain-lain, biayain semualah. (slm/nrl)











































