Sidang berlangsung secara terbuka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015) sejak sekitar pukul 13.15 WIB. Rapat yang dipimpin oleh Ketua MKD Surahman Hidayat diawali dengan interupsi oleh anggota dari Golkar, Ridwan Bae yang berulang-ulang.
Surahman menengahi interupsi dan sidang bisa berjalan. Sudirman membacakan laporan yang disampaikannya ke MKD dan menyerahkan bukti tambahan berupa rekaman lengkap dan 17 salinan transkrip. Dia bahkan menawarkan untuk rekaman itu diputar langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta untuk diperdengarkan rekaman utuh yang saudara bawa untuk saat ini. Saya mohon rekaman ini diputar dalam forum rapat, supaya kita mengelaborasi persoalan ini," kata Sudding.
Namun, Surahman memutuskan untuk lebih dahulu melanjutkan Sesi tanya jawab sebelum memutarkan rekaman. Beda lagi dengan anggota dari NasDem, Akbar Faizal.
Akbar mencecar Sudirman soal asal usul rekaman pertemuan yang dia jadikan bukti. Dia juga mempertanyakan apakah bukti rekaman itu sama dengan yang beredar di media.
![]() |
Sudirman, yang selalu tampak tenang, tidak bisa memastikan keasliannya. Soal asal usul, Sudirman mengungkap adanya perjanjian antara pihaknya dengan pihak PT Freeport untuk terus saling memberikan kabar terbaru terkait perpanjangan kontrak PT Freeport di Indonesia.
Sudirman menuturkan awalnya ada laporan dari Maroef soal pembicaraan negosiasi kontrak Freeport tersebut. Karena ada kecurigaan, Maroef pun merekan sejumlah pembicaraan tersebut.
"Saya bertanya kepada saudara Maroef, pembicaraan ini apakah ada recordnya? Beliau mengatakan kebetulan saya merekamnya, karena pada apertemuan kedua mulai mengarah. Harus saya proteksi. Jika kemudian menjadi permasalahan maka ada buktinya," tutur Sudirman.
Akbar juga mencecar soal motif Sudirman melaporkan kasus ini dan tidak membawanya ke ranah hukum. Dia juga bertanya tentang nama Luhut yang disebut 66 kali, dan apakah Sudirman berkoordinasi dengan Luhut. Sudirman menegaskan bahwa dia sudah melapor ke presiden dan wakil presiden.
Beda lagi yang disampaikan anggota dari PDIP Marsiaman Saragih. Dia bertanya apakah Sudirman mau minta maaf. Mantan Dirut Pindad itu pun menolak karena urusan ini bukan masalah pribadi.
Anggota yang juga sudah mendapat kesempatan bertanya adalah dari PAN dan Demokrat. Setelah skors, masih ada sejumlah anggota yang akan mengajukan pertanyaan untuk mendalam laporan Sudirman.
(imk/tor)












































