Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis, Rabu (2/12/2015), memperkirakan terjadi banjir dan longsor pada bulan ini dan Januari 2016 seiring meningkatnya curah hujan dan puncak musim hujan.
Sutopo mengatakan, daerah rawan banjir Indonesia berada di sepanjang pantai timur Sumatera, jalur Pantura Jawa, pesisir Kalimantan, dan daerah-daerah sepanjang aliran sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan peta ancaman bahaya longsor Indonesia mencakup 274 kabupaten atau kota yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan terancam longsor sedang-tinggi dengan penduduk 40,9 juta jiwa.
Masyarakat bisa melihat gejala sebelum terjadi longsor seperti air sumur yang tiba-tiba mengeruh, tanah mulai retak, tanah dan bukit bergetar.
Sutopo juga mengimbau warga untuk segera menghindar apabila terdapat kerikil yang berjatuhan dari bukit atau dataran yang lebih tinggi, air tanah keluar secara tiba-tiba dari rongga retakan, terdapat pohon dan ranting yang hanyut di sungai, dan air sungai mengering ketika hari masih hujan.
Sementara langkah untuk mencegah hal lainnya terjadi saat banjir yakni warga harus mematikan arus listrik saat air mulai masuk ke rumah dan permukaannya meninggi, mengamankan cairan atau zat beracun atau berbahaya agar tidak mencemari air, dan mengungsi ketika air banjir yang tinggi sudah menghambat aktivitas dan tak kunjung surut.
(nwy/nrl)











































