5 Bulan Berlalu, Pembunuh Souma Benefici Masih Bebas Berkeliaran

5 Bulan Berlalu, Pembunuh Souma Benefici Masih Bebas Berkeliaran

M. Rizal - detikNews
Rabu, 02 Des 2015 09:52 WIB
5 Bulan Berlalu, Pembunuh Souma Benefici Masih Bebas Berkeliaran
Foto: istimewa
Bekasi - Penantian panjang keluarga Gusnado Anwar untuk menemukan pembunuh putranya, Souma Benefici, nampaknya masih tak berujung. Hingga kini, pihak Kepolisian Resort Pemalang dan pihak Kepolisian Resort Bekasi belum mengambil langkah yang signifikan terkait penyelidikan kasus tersebut sejak jenazah Souma ditemukan dibuang di pinggiran aliran sungai di Desa Belik, Pemalang, Jawa Tengah lima bulan yang lalu.

Ibunda Souma, Estrelita, kembali menelan pil pahit, pada 30 November 2015, ketika dia mendatangi kembali Polres Bekasi untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan putranya, di ruang reserse kriminal Polres Bekasi, pihak kepolisian mengatakan bahwa berkas perkara Souma sepenuhnya menjadi kewenangan Polres Pemalang.

Sebaliknya, dalam percakapan telepon dengan pihak Kepolisian di Pemalang, Lita – demikian sang Ibu biasa disapa – mendapat jawaban "menggantung" terkait belum adanya koordinasi antara Polres Pemalang dengan Polres Bekasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam percakapan telepon saya dengan pihak Polres Pemalang, mereka mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini memang tanggung jawab mereka, dengan berkoordinasi dengan Polres Bekasi, namun itu jawaban yang sama yang saya dapat sejak awal kasus ini," ujar Lita kepada detikcom, Rabu (2/12/2015).

Kasus pembunuhan atas Souma Benefici bermula pada hari Senin, 25 Juni 2015, saat itu Souma dan keluarganya tengah melakukan sahur. Sekitar pukul 03.30 WIB, Souma tengah duduk-duduk di ruang tamu, sementara sang Ibu, Lita, berada di dapur menyiapkan milk shake sebagai penutup sahur bagi Souma.

Ketika minuman sudah siap, Lita berjalan ke ruang tamu memanggil putranya, namun Souma sudah tidak ada di sana. Lita memanggil lagi putranya dan mencari ke kamar Souma, namun dia tidak menemukan Souma di sana. Dengan pemikiran bahwa mungkin sang putra pergi ke teras bermain dengan ayam peliharaannya, Lita pun bergegas ke teras, dan putranya pun tidak ditemukan di sana.

Dua hari kemudian, Rabu, 24 Juni 2015, siang hari, jenazah tidak dikenal ditemukan oleh warga Desa Belik, Pemalang, yang segera dilaporkan ke Polres Pemalang. Pengungkapan identitas mayat tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian Pemalang melalui pengecekan sidik jari yang terdapat dalam record kepemilikan SIM (Surat Izin Mengemudi). Hasil pengecekan ini menunjukkan bahwa jenazah tersebut adalah jenazah Souma. Berdasarkan data itu pula, Kepolisian Pemalang mendapatkan alamat lengkap rumah orang tua Souma, yang ternyata berada di Kompleks Delta Pekayon Jaya di Bekasi. Jenazah selanjutnya disimpan di kamar jenazah RSUD Ashari, Pemalang.

"Pada hari Kamis, 25 Juni, anggota Polsek Bekasi Selatan mendatangi rumah kami dan memberitahukan tentang penemuan jenazah dengan sidik jari Souma Benefici," ujar Gusnado, ayah Souma.

Jumat keesokan harinya, Gusnado, didampingi Lita, dan tiga anggota keluarga lainnya, segera pergi ke Pemalang; sementara kakak Souma yang lain yang berada di Pontianak segera menyusul menuju ke Pemalang. Setiba di Pemalang pada hari yang sama menjelang sore, pihak keluarga baru diizinkan membawa jenazah korban setelah sebelumnya melengkapi semua prosedur, termasuk interview oleh pihak kepolisian dari Polres Pemalang.

"Mereka ingin memastikan bahwa benar kami keluarga Souma," ujar Gusnado.

Jenazah Souma pun segera dibawa kembali ke Bekasi dan dimakamkan di TPU Pekayon malam itu juga setiba dari Pemalang, atau sekitar pukul 22.00 WIB.

Keluarga Souma mendapat penjelasan secara lisan dari pihak Polres Pemalang bahwa Souma diduga meninggal dua hari sebelum ditemukan, atau pada hari Senin, di hari yang sama dia menghilang dari rumah.

"Sehingga besar kemungkinan dia dibunuh di Bekasi sebelum jenazahnya dibuang di Pemalang," ujar Gusnado.

Masih secara lisan pula, pihak Polres Pemalang menjelaskan adanya indikasi pembunuhan dalam kematian Souma mengingat kondisinya saat ditemukan.

"Dia masih mengenakan kaus oblong yang dia pakai di hari Senin itu. Tengkorak kepalanya pecah, salah satu bola matanya juga pecah. Mulutnya tertutup lakban, dan wajahnya dibungkus dengan laundry bag dari salah satu Hotel. Dia disiksa sebelum meninggal," ujar Lita.

Jenazah Souma pun ditemukan terbuang di pinggiran aliran sungai di Desa Belik. "Sesuai saran dari pihak Polres Pemalang, maka kami melaporkan kehilangan dan kematian Souma ke Polres Bekasi; dan itu kami lakukan tanggal 5 Juli 2015. Namun, Polres Bekasi mengatakan bahwa mereka tidak bisa memeriksa kasus karena locus delicti korban adalah di Pemalang; padahal secara lisan, pihak Polres Pemalang sudah mengatakan bahwa mereka hanya menjadi lokasi tempat penemuan jenazah," ujar Gusnado.

Merasa di-pingpong, Gusnado dan Lita kini tidak tahu harus menunggu sampai kapan pembunuh putra mereka akan ditangkap. (zal/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads