Menurut Paul, dirinya sangat menyukai Kota Makassar, yang hampir mirip dengan kota kelahirannya, di Brisbane, Australia. Ia lebih senang bertemu dengan Wali Kota di Warkop dibandingkan di kantornya, karena suasananya lebih santai dan lebih nyaman.
"Saya suka Makassar, kopinya enak, pantainya indah, masyarakatnya ramah, saya suka Coto Makassar, suka jeroannya," ujar Paul, Rabu (2/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap banyak warga Makassar yang akan belajar di Australia dan warga Australia belajar di Makassar," pungkas Paul.
![]() |
Sementara menurut Danny Pomanto, Makassar dan Australia sudah memiliki hubungan erat sejak tahun 1700-an. Saat ini, Pemkot Makassar juga sudah bekerjasama dengan Australia dalam bidang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
"Pelaut Makassar sudah membangun perdagangan dan mencari teripang hingga ke Australia sejak abad ke-17, kami merasa sangat terhormat jika Konjen Australia dibangun di Makassar, kami akan abadikan hubungan baik ini dengan mendirikan monumen patung Kanguru di Pantai Losari," ujar Danny.
Selain nongkrong di Warkop, Danny dan Paul juga mencoba meracik kopi susu tradisional yang dimasak di tungku pemanas. (dra/dra)











































