Tak tanggung-tanggung, lagu yang membuai jiwa itu didendangkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo, yang tak lain adalah ibunda penyanyi reggae Indonesia: Ras Muhamad.
foto: Eddi Santosa |
"Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road Map KBRI Budapest, Indonesia Goes to School, untuk mempromosikan Indonesia ke sekolah-sekolah di Hongaria," ujar Dubes kepada detikcom seusai acara, Selasa (1/12/2015).
Dalam sambutannya, Dubes mengajak para siswa dan staf pengajar untuk melihat langsung keanekaragaman seni budaya dan daerah wisata di Indonesia dengan liburan musim panas tahun depan bersama orangtua dan keluarga masing-masing.
foto: Eddi Santosa |
"Dengan berkunjung ke Indonesia, kita dapat merasakan keanekaragaman tersebut yang menjadikan Indonesia negara kepulauan yang indah di katulistiwa," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur sekolah Kazinczy Ferenc Gimnazium Nemeth Tibor menyambut baik kunjungan delegasi kebudayaan KBRI Budapest ke sekolahnya.
"Kunjungan ini dapat menambah wawasan para siswa mengenai Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia," cetus Tibor
Tibor menambahkan bahwa walaupun sebagian kecil saja seni budaya yang ditampilkan, akan tetapi hal ini bisa semakin menambah rasa penasaran para siswa untuk mengenal Indonesia lebih jauh.
Terlebih lagi sebagian besar para penari dan pemain gamelan yang merupakan anggota Sanggar Seni KBRI Budapest adalah warga Hongaria sendiri. Mereka adalah mantan para penerima Beasiswa Darmasiswa dari pemerintah Indonesia yang belajar bahasa dan seni budaya Indonesia selama dua semester di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Delegasi kebudayaan KBRI Budapest yang dipimpin langsung oleh Dubes ini menampilkan presentasi singkat mengenai Indonesia, wayang, pentas gamelan Jawa, degung Sunda, musik keroncong, tarling (gitar suling), dan tarian Bali
foto: Eddi Santosa |
Para siswa dan staf pengajar juga ditraktir dengan kejutan berupa tarian kontemporer oleh Sekar Sari (bintang utama film SITI, kini kuliah S2 di Universitas Szeged, Hongaria), yang menggambarkan cuplikan tarian dari hampir seluruh daerah di Indonesia. (es/dra)












































foto: Eddi Santosa
foto: Eddi Santosa
foto: Eddi Santosa