"Rasa kecewa ada. Tapi saya kecewanya karena saya tidak bisa menyediakan tempat yang layak untuk yang ingin foto-foto," ujar Sukadi.
Foto: Sukma/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukadi juga mengaku tak merasa dirugikan atau marah. Justru dia merasa bunga yang lebih dikenalnya dengan nama bunga Brambang Procot kini sedang menyayangi dia dan keluarganya.
Foto: Sukma/detikcom |
"Ini semua karena saya sayang sama procot. Sekarang saya bisa begini, ketemu dengan orang banyak karena procot," imbuhnya.
Pria yang sehari-hari berjualan mainan anak-anak keliling ini juga bersyukur karena kini banyak orang yang mengenal bunga kesayangannya.
"Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang kenal," kata Sukadi.
Saling bully terjadi di media sosial setelah kebun bunga Sukadi rusak. Para pengunjung saling menyalahkan. Debat tak berujung itu tak mengembalikan bunga kembali seperti semula. Bunga indah itu kini layu, kebun menanti bibit baru. (sip/dhn)











































Foto: Sukma/detikcom
Foto: Sukma/detikcom