Di akhir kunjungan kerjanya ke Australia, Selasa (1/12/2015) malam, delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menghadiri jamuan makan malam bersama Ketua Senate Australia Stephen Parry dan Ketua House of Representative (HOR) Tony Smith.
Makan malam ini juga dihadiri sejumlah anggota parlemen Australia lainnya. Sedangkan delegasi Indonesia terdiri atas Ketua DPD Irman Gusman serta lima anggota DPD lainnya, yakni Ahmad Subadri dari Provinsi Banten, Hardi Selamet Hood dari Provinsi Kepulauan Riau, Abraham Liyanto dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Eni Sumarni dari Provinsi Jawa Barat, dan Charles Simaremare dari Provinsi Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Novi Christiastuti/detikcom |
Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema juga hadir mendampingi delegasi DPD RI dalam jamuan makan malam ini. Dalam sambutannya, Irman Gusman menyinggung soal hubungan Indonesia-Australia yang cenderung fluktuatif.
"Hubungan kita (Indonesia-Australia) sebelumnya sedikit diwarnai badai. Tapi saya yakin Anda semua sepakat bahwa 'Still waters do not produce skilful sailors; only stormy waters do'. Dan sekarang, tidak hanya hubungan kita kembali normal, kita juga mengalami peningkatan hubungan bilateral hingga level tertinggi," sebutnya.
Ditambah dengan adanya kunjungan Perdana Menteri Australia yang baru, Malcolm Turnbull, ke Indonesia untuk menemui langsung Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Bersama Jokowi, PM Turnbull melepas jas dan membaur dengan rakyat Indonesia saat ikut blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kunjungan kenegaraan ke Australia ini merupakan undangan dari Ketua Senate Australia Stephen Parry dan Ketua House of Representative (HOR) Tony Smith. Salah satu tujuan utama dari kunjungan ini ialah mendorong percepatan kerjasama antara kedua negara, terutama antara daerah-daerah di Indonesia dengan negara bagian Australia.
Foto: Novi Christiastuti/detikcom |
Terutama menjelang masyarakat ekonomi ASEAN dengan pemberlakuan perdagangan bebas antara negara-negara kawasan Asia Tenggara. Dengan Australia sebagai salah satu mitra strategis ASEAN, hubungan dekat antara pemerintah dan parlemen kedua negara sangat diperlukan.
"Kita perlu membangun hubungan ekonomi dan bisnis secara langsung antara lebih dari 500 daerah di Indonesia dengan kota dan negara bagian Australia," cetus Irman.
Oleh karena itu, dalam kunjungannya ke Australia, delegasi DPD RI bertemu dengan perwakilan Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR). ACIAR dimandatkan melakukan penelitian dalam bidang pertanian untuk Australia sendiri dan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. ACIAR sendiri memiliki riset pertanian di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Delegasi juga bertemu dengan perwakilan Australian Renewable Energy Agency (ARENA). Pertemuan dengan ARENA ini fokus membahas energi alternatif yang banyak diterapkan di Australia dan menyumbang 14 persen dari total suplai energi Australia. Delegasi DPD tertarik untuk mendalami aspek energi alternatif agar bisa diterapkan di Indonesia.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, delegasi DPD RI berupaya memperjuangkan aspirasi daerah yang menjadi konstituen mereka.
"Saya yakin melalui kemitraan kuat antara Senate Australia dan Indonesia, kita bisa meningkatkan dan menaikkan hubungan Indonesia-Australia ke level lebih tinggi," harap Irman. (nvc/dhn)












































Foto: Novi Christiastuti/detikcom
Foto: Novi Christiastuti/detikcom