Bertemu DPD RI, Menlu Australia Tegaskan Dukung NKRI Terkait Papua

Laporan dari Canberra

Bertemu DPD RI, Menlu Australia Tegaskan Dukung NKRI Terkait Papua

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Des 2015 00:53 WIB
Bertemu DPD RI, Menlu Australia Tegaskan Dukung NKRI Terkait Papua
Suasana pertemuan (Foto: Novi Christiastuti/detikcom)
Canberra - Delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dalam kunjungan kerjanya. Isu soal Papua ingin merdeka ikut dibahas, dengan Australia menyatakan dukungan penuh bagi Negara Kesatuan RI (NKRI).

Pertemuan dengan Menlu Bishop ini digelar di salah satu ruangan Gedung Parlemen Australia, Selasa (1/12/2015). Setiap menteri pada jajaran pemerintahan Australia juga merupakan anggota parlemen, sehingga mereka lebih banyak berkantor di Gedung Parlemen.

Foto: Novi Christiastuti/detikcom


Salah satunya Menlu Bishop, yang menemui delegasi DPD RI yang dipimpin Ketua DPD Irman Gusman di sela-sela aktivitas sidang parlemen. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini, Bishop menegaskan posisi Australia saat ditanya soal isu Papua.

"Diberi kesempatan berdiskusi, kita selaku senator dari berbagai daerah diberi kesempatan berdiskusi, saya bertanya sekaligus menyampaikan kira-kira pendapat Australia tentang Papua dan adanya riuk-riuk minta merdeka di Papua," tutur anggota DPD dari Provinsi Papua, Charles Simaremare, yang juga ikut dalam pertemuan ini.

"Pertanyaan saya dijawab dengan sangat jelas bahwa posisi Australia sudah jelas NKRI itu harga mati, NKRI itu sudah final. Sehingga jangan diragukan komitmen Australia, ada di pihak pemerintah Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut soal isu Papua merdeka yang baru-baru ini memicu unjuk rasa di Jakarta, Charles menyebutnya sebagai persoalan ketimpangan kesejahteraan. Menurutnya, hanya sebagian kecil rakyat di wilayah Papua sendiri yang ingin merdeka karena merasa tidak ikut merasakan kesejahteraan.

Foto: Novi Christiastuti/detikcom


"Saya melihat masyarakat Papua, mereka itu orang-orang yang masih menginginkan kesejahteraan yang lebih cepat, lebih konkret, untuk pemerintah Indonesia segera tangani," ucapnya.

"Karena sudah mungkin 30-an tahun, Papua bergabung ke NKRI, mereka merasa masih jauh tertinggal dari saudara-saudaranya yang lain. Pendekatan kesejahteraannya ditingkatkan pemerintah kita," cetus Charles.

Selain Irman dan Charles, ada empat anggota DPD lainnya, yakni Ahmad Subadri dari Provinsi Banten, Hardi Selamet Hood dari Provinsi Kepulauan Riau, Abraham Liyanto dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Eni Sumarni dari Provinsi Jawa Barat yang ikut dalam pertemuan ini. Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema ikut mendampingi.

Delegasi DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Australia atas undangan Ketua Senate Australia Stephen Parry dan Ketua HOR Tony Smith. Target utama kunjungan kerja ini ialah mendorong percepatan kerjasama antara kedua negara, terutama antara wilayah Indonesia dengan negara bagian Australia. (nvc/dhn)


Berita Terkait