DPD RI Tinjau Sidang Parlemen Australia yang Sarat Adu Argumen

Laporan dari Canberra

DPD RI Tinjau Sidang Parlemen Australia yang Sarat Adu Argumen

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Des 2015 23:56 WIB
DPD RI Tinjau Sidang Parlemen Australia yang Sarat Adu Argumen
Kiri ke kanan: Ketua HOR Australia Tony Smith, Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Ketua Senate Australia Stephen Parry (Foto: Novi Christiastuti/detikcom)
Canberra - Rombongan delegasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia melanjutkan kunjungan kerja di Parlemen Australia. Mereka menyempatkan diri menengok sidang parlemen Australia, baik sidang Senate maupun House of Representative (HOR).

Ketua DPD Irman Gusman bersama lima anggota DPD lainnya, yakni Ahmad Subadri dari Provinsi Banten, Hardi Selamet Hood dari Provinsi Kepulauan Riau, Abraham Liyanto dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Eni Sumarni dari Provinsi Jawa Barat, dan Charles Simaremare dari Provinsi Papua diundang langsung oleh Ketua Senate Australia Stephen Parry dan Ketua HOR Tony Smith.

Di sela-sela sidang Senate di Senate Chamber, Gedung Parlemen Australia, Canberra, Selasa (1/12/2015), Ketua Senate Parry memperkenalkan Irman kepada anggota Senate lainnya. Irman didaulat untuk duduk di sebelah Parry yang tengah memimpin sidang. Irman dan anggota DPD lainya kemudian memantau jalannya Sidang Senate selama beberapa menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Senate Chamber, delegasi DPD berpindah ke HOR Chamber yang ada di sisi lain Gedung Parlemen Australia. Delegasi DPD RI diperkenalkan kepada anggota HOS lainnya oleh Ketua HOR Smith. Para anggota HOR menyapa delegasi DPD RI secara singkat, sebelum sidang dilanjutkan kembali.

Ketika dipantau oleh delegasi DPD RI, Sidang Senate berlangsung seru dengan penuh perdebatan sengit antar anggotanya. Mereka saling menyerang dengan argumen masing-masing, namun tetap fokus pada topik yang dibahas.

Ketua HOR Australia Tony Smith, Ketua Senate Australia Stephen Parry, dan delegasi DPD RI (Foto: Novi/detikcom)


Sedangkan dalam sidang HOR yang memasuki sesi question time, beberapa jajaran menteri pemerintahan Australia, yang juga anggota HOR, menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anggota oposisi. Seluruh perdebatan berlangsung sengit, namun tidak keluar dari topik.

Mengomentari hal ini, Irman menyinggung soal kabinet bayangan oposisi dalam sistem parlementer Australia. Kabinet bayangan berisi anggota parlemen oposisi yang membayangi atau menyerang setiap kebijakan masing-masing menteri pemerintahan.

"Oposisi itu oppose terhadap policy, bukan personal," tegas Irman,

Akivitas sidang parlemen Australia bisa dipantau secara langsung oleh publik, dengan duduk di podium pengunjung. Namun aturan ketat diberlakukan, di mana pengunjung sama sekali tidak diperbolehkan membawa telepon genggam, kamera, tas, maupun barang bawaan lainnya ke dalam ruang sidang. Setiap sidang parlemen Australia juga disiarkan langsung oleh media setempat. (nvc/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads