Rekaman dan transkrip lengkap pertemuan Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin beredar sejak pagi, Selasa (1/12/2015). Dalam rekaman lengkap itu, nama Menko Polhukam Luhut Pandjaitan disebut 66 kali dan pembicaraan pun melebar.
Sejak pagi, Novanto belum bisa dimintai konfirmasi soal rekaman versi lengkap itu. Politikus Golkar tersebut tidak tampak melintas di Gedung Nusantara III, lokasi ruang kerjanya berada yang terpantau awak media.
Hanya saja, mobil RI 6 yang biasa digunakan Novanto sudah terlihat melintas di Kompleks Parlemen. Memang, Novanto sering menggunakan pintu lain di Senayan untuk menuju ruang kerjanya.
Justru Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kahar Muzakir yang tampak keluar dari ruang kerja Novanto pada pukul 11.20 WIB. Kahar enggan berkomentar soal apa yang dibahas dengan kolega satu partainya itu sebelum rapat MKD.
Satu-satunya agenda Novanto yang terpublikasikan adalah menerima delegasi parlemen Georgia pada pukul 14.00 WIB. Dia sempat keluar dari ruang kerjanya untuk menyambut delegasi dan berfoto bersama, namun lalu pertemuan berlangsung tertutup.
Siang hari itu pula, Kejagung menyatakan memulai penyelidikan soal permufakatan jahat yang diduga dilakukan Novanto. Lagi-lagi, pria yang berlatar belakang pengusaha itu belum bisa dimintai tanggapan.
Usai pertemuan dengan Parlemen Georgia, Novanto tidak keluar ruangan. Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengantar delegasi hingga ke lift dan kemudian memberikan pernyataan kepada awak media.
Sore hari, anggota MKD dari Golkar Ridwan Bae yang mendatangi Novanto. Pertemuan itu dilakukan saat rapat MKD sedang diskors.
Perwakilan fraksi-fraksi lalu berdatangan ke ruang rapat pimpinan DPR yang terhubung langsung ke ruang kerja Novanto. Mereka akan mengadakan rapat Badan Musyawarah.
Pukul 17.40 WIB, Novanto tampak keluar dari ruang kerjanya. Dikawal petugas Pamdal, dia berjalan cepat menuju tangga dan bukan lift. Petugas Pamdal pun memberi gestur yang meminta awak media tidak mendekat, mengikuti, atau mewawancara.
Di saat yang hampir bersamaan, di ruangan lain di Kompleks Parlemen, MKD memutuskan melanjutkan kasus Novanto ke persidangan lewat voting terbuka. Belum diketahui juga apa kata Novanto soal ini. (imk/tor)











































