Hal itu disampaikan Kapolri Jendral Badrodin saat menghadiri peluncuran buku 'Dari Balik TKP' karya Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan di Komplek PTIK, Kebayoran Baru, Jaksel. Sebagai institusi penegak hukum, kata Badrodin, Polri harus bisa bersinergi dengan jurnalis sebagai mitra tugasnya.
"Polisi dengan wartawan saling membutuhkan," ujar Badrodin di sela-sela peluncuran buku di Gedung Jalan Tirtayasa, Komplek PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi memang pengembangannya itu dari polisi, oleh karena itu kuncinya komunikasi kedekatan kita saling bermitra," sambung Badrodin.
Ia menuturkan polisi dan wartawan harus saling memahami fungsi dan tugasnya. Sehingga dengan saling memahami timbul rasa saling hormat.
"Kemudian juga juga sharing berita. Saya juga seringkali tidak tahu kasus yang terjadi karena telat laporannya dari kesatuan, tapi wartawan sudah tanya. Ke depan itu menjadi masukan bagi kami," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Badrodin mengapresiasi buku Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan yang dulunya seorang wartawan. Buku ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat bagaimana wartawan dan polisi bisa menjadi mitra kerja.
"Saya apresiasi kepada sahabat saya Edi Hasibuan atas karyanya dari balik TKP. Kenapa TKP? Karena hasil TKP bisa direkonstruksi dan tidak bias, bisa berkembang dan sumber beritanya banyak," tutupnya. (edo/faj)











































