"Pelaku ini sengaja merekrut wanita yang nice looking, sepertinya berbudi pekerti baik, sopan agar bisa dimasukkan ke user yang membutuhkan," jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto kepada detikcom, Selasa (1/12/2015).
Foto: Mei Amelia/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa masuk ke agen penyalur ini, tersangka JT membuatkan KTP palsu atas nama tersangka Wiwik dengan data-data palsu. KTP palsunya dibuat di Pramuka, Jakpus," ungkap Didik.
Agen penyalur PRT yang tidak resmi ini menerima tersangka Wiwik karena tersangka JT meyakinkan agen bahwa ia memiliki rekomendasi dari seseorang yang bekerja di agen penyalur itu.
Foto: Mei Amelia/detikcom |
"Para pelaku mengaku bahwa mereka kenal dengan seseorang di agen iu, sehingga teryakinkan. Agen pembantunya sendiri tidak terlibat," lanjutnya.
Tidak lama, Wiwik kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai PRT di rumah korban di Perumahan Kebon Jeruk, Jakbar. Setelah masuk, Wiwik berpura-pur menjalankan pekerjaannya sebagai pembantu.
"Setelah pembantu ini masuk, dia memetakan situasi dan kondisi di dalam rumah, sambil melihat-lihat di mana korban menaruh barang berharganya," tuturnya.
Total ada 5 pelaku yang melakukan aksi perampokan di rumah mewah di Perumahan Kebon Jeruk, Jakbar pada 26 November 2015 lalu. Empat ditangkap sementara satu lainnya yakni tersangka Wiwik belum tertangkap.
(mei/dhn)












































Foto: Mei Amelia/detikcom
Foto: Mei Amelia/detikcom